Bab 38

881 Kata

"Permisi!" Suasana seketika hening. Aku , Gita dan Tama langsung mengalihkan pandangan kami ke arah suara. Aku melirik Gita yang terlihat sama bingungnya denganku. Tapi berbeda dengan Tama yang saat ini menatap perempuan itu dengan ekspresi yang tidak bisa di gambarkan. "Permisi!" Ulangnya lagi. "Ada apa ya?" tanya Tama masih dengan ekspresi datarnya. Perempuan dengan rambut hitam sebahu itu terlihat anggun dan---angkuh? Mungkin. Ini memang bidangnya Gita , tapi selama ini aku tidak pernah salah dalam menilai orang. Perempuan itu tersenyum ke arah Tama lalu melirikku "Bisa bicara sebentar?" Aku mengerjap mataku berkali-kali lalu menunjuk diriku sendiri "Saya? Ada apa ya Mbak?" Dia tersenyum , tapi senyum yang berbeda saat dia tersenyum kepada Tama. Melepas kacamata hitam yang sejak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN