BAB 32 Kasih sudah duduk di sebuah meja yang sudah di-booking oleh Irwan. Kasih hanya ditemani Evelyn. Akhirnya, Evan menyetujui untuk pertemuan itu dengan syarat, mereka akan pindah ke rumah yang sudah Evan beli ketika akan menikahi Kasih. Meskipun berat, Kasih pun setuju. Lagipula jarak dengan kediaman Gasendra juga tak terlalu jauh. Hanya saja, Kasih merasa berat karena harus berpisah dari sahabat barunya, yaitu ibu mertuanya sendiri. “Salam kenal, saya Diandra, dengan Mbak Permata, ya?” Diandra menyambut kedatangan Kasih dan Evelyn. “Salam kenal, Mas. Panggil saja Kasih. Lebih nyaman dipanggil dengan nama itu.” Kasih menangkup tangan di depan d**a. Diandra hanya mengangguk pada akhirnya. Dia tak menyangka rupanya perempuan yang dikaguminya ternyata tak mudah disentuh. “Ini Mbak Eve

