BAB 52 “Mau mandi? Kenapa, mau ikut?” tukasnya datar. Evan mengambil handuk dari lemari pakaian. Mang Dirman sudah menyiapkan dua set handuk di sana rupanya. “Ih, mulai, deh! Aku kan cuma nanya.” Kasih membuang muka. Kadang kesal kalau Evan sudah mulai dengan sikap jahilnya. Namun, seiring dengan kekehannya, lelaki itu malah kembali menghampirinya ke atas ranjang. Evan menatap wajahnya lekat-lekat. “Hmmm … andai ini jadi permintaanku yang kedua, maka kamu mau kan mengabulkannya. Ayo,” tukasnya seraya menarik tangan istrinya itu. Kasih terkesiap, kedua netranya melotot menatap Evan yang tampak menatapnya dengan tatapan yang berbeda. “Mas.” Kasih menarik tangannya yang ditarik Evan, tetapi cengkeraman pada pergelangannya cukup erat. Evan malah terkekeh dan menariknya lagi. Akhirnya, terj

