Julia mengintip Ravi yang sedang bekerja di ruang tamu, kaki nya sudah tidak sakit lagi karena ini sudah beberapa hari sejak kejadian gelas kaca pecah. Namun Julia masih penasaran dengan wanita yang bernama Yura itu karena Ravi tidak pernah menceritakan nya. Sepertinya banyak yang pria itu rahasiakan dari nya, tapi Julia selalu mendapat jawaban yang tidak membuat nya puas. “Mau sampai kapan ngintip, Julia?” ucap Ravi tanpa menoleh pada gadis itu sedikit pun tapi ia bisa mengetahui nya, fokus pada Laptop tidak menjadi halangan bagi Ravi untuk mengetahui apa yang sedang di lakukan gadis itu. Julia mengerucutkan bibirnya kesal, kemudian ia berjalan mendekati Ravi dan duduk di samping pria itu. Tangan nya memainkan ujung piyama yang di kenakan nya, dengan wajah yang murung. “Yura… kamu bel

