24

1643 Kata

Jam hampir menunjukkan angka tujuh. Venus mematutkan diri di depan cermin, merasa aneh sekaligus senang. Dress sepanjang lutut berwarna merah muda itu terlihat manis. Flat shoues warna serupa pun terlihat sudah Venus persiapkan untuk menemaninya menjejak malam perdana kencan, garis miring, makan malam berdua bersama Romeo. Rambutnya tertata rapi, hanya sebuah jepit rambut berwarna perak yang menghias kepalanya. Sempurna. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Menatap pantulan Venus yang ada di dalam cermin, Venus tak kuasa untuk tersenyum melihat dirinya terlihat berbeda. Memang, tidak ada yang salah dengan keinginan Venus untuk terlihat berbeda. Dia memang perlu melakukan perubahan. ″Mbak Venus,″ panggil Anggita dengan suara manja. Kepalanya menyembul melewati daun pintu kamar Venus.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN