Jerry Pov. SUDAH pukul 17.05 tepat, akhirnya aku segera keluar dari ruanganku, bersiap untuk pulang ke rumah mama, sebab ada Aaron menungguku pulang. Dulu rasanya aku paling malas pulang kalau masih sore begini. Selain alasannya macet, tidak ada juga yang menunggu pulang kerja. Tapi sekarang aku sangat ingin cepat sampai di rumah dan bermain dengan anakku. Ya, anakku. Rasanya aku masih tidak percaya kalau aku sudah mempunyai anak berumur 6 tahun. Rasa bahagia yang tidak terhingga masih ada dalam hatiku. Entah kenapa rasa sayang begitu besar pada Aaron makin hari saja. Apalagi kepintaran anak itu yang membuatku rasanya gemas padanya. Tidak dapat aku pungkiri rasa bersalah dan menyesal masih bersarang dihatiku saat ini kepada Kinan dan Aaron. Bagaimana Kinan berjuang untuk hidup dengan

