33

1429 Kata

Di restoran. Alika dan Lucas saling duduk berhadapan. Mereka kembali melanjutkan pembicaraan tadi di mobil. "Semenjak kematian ibu dan ayah saya, beliau memang awalnya menganggap kami sebagai anak. Akan tetapi lama kelamaan kami semakin tahu bagaimana isi hatinya sebenarnya. Bahkan kami pernah melihat bukti pembayaran racun yang dibelinya di sebuah toko. Bahkan di resi pembayaran itu terlihat tanggal berapa racun itu dibeli, tanggal yang sama persis dengan hari kematian ayah saya." ucap Lucas, Alika tidak percaya dengan itu. "M-masa sih? Itu beneran racun buat membunuh orang? Bisa saja kan itu racun yang digunakan untuk meracuni serangga atau apapun?" tanya Alika. "Awalnya juga saya mengira begitu, tapi masa iya ibu saya membeli racun itu dengan alasan untuk meracuni tikus? Padahal kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN