Api semakin membumbung tinggi, asap hitam semakin pekat. Seluruh ruangan itu diselubungi oleh dua macam itu. Semakin banyak asap yang dihirup oleh Alika. Pun semakin memperparah kondisi pernafasan Alika saat itu. Alika coba menghubungi berkali-kali Albert ataupun Lucas. Akan tetapi satupun dari mereka tidak ada yang menjawab teleponnya. Alika semakin kesulitan untuk bernafas, asapnya terlalu pekat, hingga pada akhirnya ia pun jatuh pingsan saat itu juga. Tiba-tiba pintu didobrak oleh Albert dan seketika ia langsung masuk ke dalam ruangan marketing itu yang mengepul asap pekat. Dirinya melihat dihadapannya sudah ada Alika tergeletak pingsan. Ia merasa sangat cemas melihat Alika seperti itu. Ia pun dengan cepat memangku Alika dan segera pergi dari sana. Untunglah dirinya cepat-cep

