Chang Kyun membuka pintu rumahnya. Sungguh seseorang yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun sebelumnya. Rachel Kim kini berdiri di hadapan Chang Kyun. Datang sebagai tamu di waktu yang tidak pantas. "Selamat malam, Hoejangnim," sebuah teguran datang bersamaan dengan seulas senyum. "Apa yang membawamu datang kemari, Nona Kim?" Chang Kyun balik menegur. Seperti biasa, terdengar sangat dingin. "Haruskah kita bicara seperti ini? Kita mungkin akan memiliki pembicaraan yang panjang." Chang Kyun sejenak terdiam sebelum kembali menyahut. "Bertamu juga ada etikanya. Aku tinggal sendirian, aku tidak bisa membawa seorang wanita memasuki rumahku." "Begitukah? Kalau begitu aku akan menyelesaikannya di sini." Sebelum Chang Kyun sempat menanyakan maksud dari ucapan Rachel, wanita itu lebih dul

