Pagi itu Pak Kim bergabung ke meja makan di mana istri dan putranya sudah menunggu. "Kau sudah selesai, kita sarapan dulu," tegur Nyonya Lim—istri Pak Kim. Pak Kim menaruh sebuah dokumen di samping piring Tae Hwa yang langsung menarik perhatian pemuda itu. "Apa ini?" tanya Tae Hwa sembari memandang sang ayah yang hendak duduk. Pak Kim menyahut, "buka saja, kau akan tahu nanti." Tae Hwa menaruh ponselnya dan beralih mengambil dokumen yang baru saja diberikan oleh ayahnya. Dahi Tae Hwa mengernyit, mendapati bahwa dokumen itu adalah akta jual beli bangunan. Netra itu memicing penuh selidik ketika membaca bagian-bagian terpenting hingga matanya terbelalak ketika melihat nama sang ayah berada di dokumen itu sebagai pemilik bangunan yang baru. "Ayah!" seru Tae Hwa yang sempat membuat Nyony

