Sebuah rasa berkelebat sangat cepat menyuguhkan sesuatu paling berharga ketika melihat warna lain dari iris biru nya, dia berkedip sangat pelan menyapa wajahku yang sudah frustasi akan sentuhan. Kilat dari cahaya mata itu mendamba kesunyian yang membatu di daerah pedalaman Irlandia, warna dari abu-abu itu mengguyurku dengan segala kecupan menggoda, sesekali Libra mendamba bukan melalui kedua matanya seperti biasa namun entah ini sangat tepat sasaran. Aku mengulum jari tengahnya ketika mulut itu berhasil menerpa milikku, meneroboskan lidahnya semakin dalam merasai kepekatan hawanya selaras dengan suara burung-burung. Tanganku meraih sisi ranjang dan berusaha bangkit demi melihat semua aktivitas nakalnya, dan benar saja aku menemukan Libra sangat gemar bermain di bawah sana.

