Karunia yang sedang singgah dalam hidup ini merupakan hadiah terhebat kuterima dalam hidup, sudah memasuki Minggu ke-8 bayi yang ada di dalam rahimku berkembang. Menurut di buku besarnya janin saat ini seperti kacang merah dengan panjang sekitar 2,7 centimeter, bahkan yang aku pahami wajahnya sudah semakin jelas. Aku menguasai tangis ini ketika di depan cermin kamar mandi, sejak bangun pagi tadi aku terus menatapnya dari pantulan. Indah, meski belum terlihat aku berharap dia akan tumbuh besar nanti hingga menemuiku ke dunia. “Hai kesayangan Mama… Yang sehat ya Nak, kuat-kuat di perut Mama… Jangan, pergi!” Suara pintu diketuk membuatku sedikit terkejut tapi entah Libra tidak masuk melainkan berjalan menjauh ketika nada dari ponselnya terdengar. Aku penasaran, dan memang ben

