"Hey, Dave. Apa kabarmu?" sapa Pablo Guilermo memeluk akrab sepupunya dari garis keturunan papa mereka yang kakak beradik kandung. Sedikit mengernyitkan hidung mancungnya David Guilermo menjawab sembari membanting tubuhnya di sofa empuk ruangan CEO Guilermo Star Oil Company, "Sangat buruk hingga nyaris memilih mati saja!" "Ohh God, really? Ceritakan apa masalahmu, Brother!" hibur Pablo turut prihatin melihat sepupunya yang tumbuh besar bersamanya patah semangat. Kedua pria muda berdarah Latino itu saling berbincang membahas usaha IT yang dirintis oleh David lenyap bagaikan abu tertiup angin dalam sekejap mata. Aset-asetnya terpaksa dilikuidasi untuk membayar tuntutan kreditor yang hilang kepercayaan pasca persidangan kasus cyber crime melawan Jordan Fremantle. Masih ditambah kekasihnya

