Chantal membuka matanya perlahan dan mengamati sekelilingnya. Dia pun melihat ada infus tertancap di pergelangan tangan kirinya. "Jordan—" panggil Chantal lirih saat dia melihat pria itu tertidur dalam posisi duduk di kursi sebelah ranjangnya. Pria itu mengangkat wajahnya lalu menatap Chantal dengan kelopak matanya yang berat oleh rasa kantuk. "Akhirnya kamu sadar juga, Chant. Kuharap kau segera sembuh. Dan ... maaf karena sudah membuatmu begini, seharusnya aku tidak mengirimmu ke mess karyawan kemarin," sesal Jordan. "Sudahlah ...," ucap Chantal yang segera tenggelam bibirnya dalam ciuman suaminya. Rasa bibir Jordan yang beraroma kopi dan rokok itu terasa kuat mendominasinya. Chantal merasa pening karena kekurangan oksigen akibat ciuman ganas bibir Jordan yang melumatnya seakan tak

