Pertandingan basket di gor dimenangkan oleh Universitas A dengan poin beda tiga angka saja. Karna salah satu pemain dari universitas A sedang lucky dan bisa mencetak tiga angka di menit-menit terakhir. Euforia pendukung tim basket Universitas A benar-benar menular ke seluruh penonton. Termasuk Dea sendiri. Gadis itu bahkan sampai terharu dan menitikkan air mata saking senangnya. Martha kembali menggandeng tangan Dea untuk menuruni tribun bersama penonton lainnya. Cowok itu juga memastikan kalau Dea tidak tersandung saat menaiki tangga menuju atas tribun. Cowok itu juga berhati-hati sekali dan berjalan perlahan mengikuti langkah Dea. Sedangkan Dea masih dengan euforia yang terasa, gadis itu menggenggam erat tangan Martha seraya sesekali melihat ke arah orang-orang. "Bang Martha, besok ka

