Hari berganti hari dan minggu berganti minggu. Tetapi tidak ada yang berubah antara Percy dan Rasya. Keduanya malah semakin canggung dan seakan tidak akrab seperti biasanya. Entah apa yang memberi jarak di antara mereka berdua. Rasya bahkan masih menyembunyikan perihal kehamilannya, tidak ada yang tau selain sang Papa. Bahkan hanya sang Papa yang memenuhi ngidamnya selama ini. Ia merasa bersyukur dengan adanya sang Papa. Kemarin ia merasa terhibur dengan ngidam aneh Leonna yang meminta para pria menjadi jeng kelin. Dan dia berpikir, apakah Percy bisa memenuhi ngidamnya seperti kemarin ia memenuhi ngidam Leonna. Saat ini Rasya tampak tengah menikmati harinya dengan menyeduh teh hijau buatan sang Mama di taman belakang rumahnya yang terdapat danau. Ia menikmati suasana sore dengan langit ji

