Episode 48

1811 Kata

Saat ini Percy tengah berdiri di ambang pintu dengan melipat kedua tangannya di d**a. Ia tampak memperhatikan Rasya yang tengah bernyanyi lagu pengantar tidur untuk Arkan. Tatapannya tak lepas dari sosok Rasya yang tengah menyanyi dengan indah. Tak di pungkiri, ia merindukan suara ini, suara yang dulu selalu menemani dan mewarnai kehidupannya. Suara yang sudah lama sekali tak dapat ia dengar. Ya, Percy begitu merindukannya, sangat merindukan Panda Tembemnya. Tak lama Arkanpun terlelap dalam tidurnya, Rasya menyelimuti tubuh Arkan dan mengecup keningnya. Percy juga mengecup kening Arkan bergantian dengan Rasya. Setelahnya ia membuntuti Rasya keluar dari dalam kamar Arkan. "Aku tidak punya banyak kamar." Rasya menoleh ke arah Percy. "Tidak apa-apa, aku akan tidur di sofa saja," ucap Perc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN