Chapter 25

1392 Kata

Ariana keluar dari ruangan Anka sambil berpikir, mungkin Anka punya kepribadian ganda. Setelah membentak-bentak seperti orang gila, sekarang tersenyum bahagia. Dia juga bingung, kenapa tidak menolak tawaran Anka untuk pulang bersama. Mungkin terlalu lelah menolak dan menghindar, atau juga ia ingin merasakan hal yang sudah lama dirindukannya? Sejak hari pernikahan mama, Ariana memang benar-benar tidak melihat wajah Anka selama beberapa hari. Dan ada kerinduan yang tak bisa ia hindari, terlebih rindu untuk merasakan Anka. Ariana menggeleng, mengusir bayangan nakal yang memutar adegan tak senonohnya bersama bos tampan itu. Demi apapun, ada hasrat ingin disentuh oleh jari-jari panjang Anka. Ariana menggigit bibir frustrasi. "Gimana, Ar?" Benni duduk di sebelahnya. "Si bos mau cari solusi ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN