Nancy dan Becky menjerit. Roman segera melerai Anka dan Derreck yang sudah siap baku hantam. Ariana tidak lagi dapat melihat dan mendengar jelas perkelahian yang terjadi karenanya, dilangkahkan kakinya keluar rumah dan mencari taksi. Tak pedulikan teriakan bu Mutia di belakangnya. Ariana memberikan alamat pada supir taksi dan merebahkan tubuhnya. Hingga sisa-sisa kesadaran merenggut pikirannya menjauh, ia mengingat wajah marah Anka saat melayangkan tinjunya di rahang Derreck. Seketika di antara kesadaran dan sakit kepalanya ia tersenyum, I love you Anka. Desisnya, kemudian matanya tertutup. Wirda berlari keluar saat supir taksi memberitahukan penumpang yang memintanya membawa dia ke alamat ini pingsan. Didapatinya Ariana yang terkulai tak sadarkan diri di kursi penumpang. Ariana bangu

