* Di lapangan Basket
Suara ramai dan bising memenuhi lapangan, sorak sorai para seakan bergema dimana-mana.
"Reza ... Reza .. Reza, aku mencintaimu" (teriak Anita dari kursi penonton).
Anita adalah seorang gadis kelas dengan Reza yang cinta mati dengan Reza. Anita jatuh hati pada Reza dan mengejar cinta sejak kelas 10, namun Reza tidak pernah menyetujui dia. Anita sanggup melakukan apa pun untuk bisa menjadi ceweknya Reza. termasuk membalas para cewek yang berusaha lolos Reza.
Aku tidak tertarik dengan keranjang, sangat lapar dan lapar. Aku datang ke lapangan Basket hanya karena diajak oleh Reza. Aku beranjak dari kursi penonton dan bergerak keluar dari lapangan untuk menuju ke arah Kantin, mencari minuman untuk menghilangkan rasa dahagaku.
"Zea ... awas!" teriak Reza dari kejauhan, seraya memberikan izin kepadaku diminta waspada.
Sebuah bola basket yang melambung tinggi sedang menuju ke Arahku. Aku yang tidak mendapat balasan dari Reza hanya diam dan memejamkan mata. Bola itu terlalu cepat mendekat, jadi aku tak bisa menghindar.
Tiba-tiba sreett ... Aku senang ada orang yang menarik tanganku dengan cepat. Bruukkk ... Aku kehilangan keimbangan kemudian terjatuh ke tanah bersama dengan orang yang menarikku, entah siapa itu.
"Hei, nona! Sampai kapan pun kita akan suka ini, memang enak ya" Ucapnya kepadaku.
Aku yang masih memejamkan mataku tersadar, aku masih begitu akrab dengan suara ini. Aku membuka mataku dan kaget melihat wajah cowok di bawah tubuhku seketika aku langsung bangun.
"Ka ... ka .. kamu" ucapku tergagap bercampur malu. Bagaimana bisa tanpa sadar aku memeluknya begitu erat. Aku menjadi salah tingkah dan tidak tahu harus bagaimana. jantungku berdetak kencang tidak karuan, wajahku memerah layaknya buah tomat. Aku sangat malu sampai tidak bisa mengatakan apa-apa. Mau berterima kasih, tapi mulutku enggan berbicara.
Reza mendekat "Kalian baik-baik saja" tanyanya, sambil mengulurkan permohonan kepada Zack. Aku mengangguk sebagai tanda aku baik-baik saja.
Reza mengundang terima kasih kepada Zack, dan menggandeng tanganku pergi Zack sendiri. Anita yang melihat tingkah laku Reza yang begitu baik kepadaku, ia menerima cemburu.
"Awas kau Zea" gumam Anita.
**
Aku yang tadinya lapar akan kehilangan selera makannya, karena kejadian tadi di lapangan.
"Woy ..... Melamun saja, mau makan apa?" tanya Reza kepadaku
"Es teh saja, aku gak lapar"
Reza pergi memesan makanan dan minuman. Beberapa menit kemudian kembali dengan membawa dua gelas es dan semangkok bakso. Kami berdua makan dan minum kemudian kembali ke kelas masing-masing.
***
zea membuka kelas, pandangannya tertuju pada pojo kelas sedangkan Zack sedang duduk dengan dikerumuni oleh para cewek fansnya. ada yang membawa bekal makanan, mengajak kencan, pura-pura meminta diajari matematika dan lainnya.
Aku suka mendekat dan duduk disamping Zack suka biasanya kali ini terasa begitu canggung. Aku harap pelajaran segera selesai dan segera pulang.
Triiiing ... triiing ... triiiing bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Aku mengambil tasnya dan meninggalkan kelas.
Anita, Cindy dan sari (geng ACS) yang dari tadi menungguku, langsung menarik tangan dan membawaku ke ujung lorong kelas yang sudah sepi. Anita memojokkanku dan menyiramkan air mineral kemasan botol yang dibawanya ke wajahku.
"Heh ... Cewek jelek dengarkan !,
Jauhi Reza atau kamu akan bisa lebih dari ini" ancam Anita.
Aku melawan dengan mendorong kembali Anita hingga ke tembok dan menarik kerah baju Anita, ingin sekali aku tonjok dan banting kerah. Aku paling tidak suka dengan sok cewek seperti mereka.
"Hei ... dengarkan baik-baik, aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu dan satu lagi aku sama Reza itu gratis teman jadi kamu jangan pernah mengusikku lagi" ucapku dengan tegas.
Aku merapikan bajuku yang sebagian sudah basah, dan mengambil sisa udara ditangan anita kemudian ku siramkan ke perubahan sebagai tanda aku juga tidak main-main dengan ucapanku.
"Sekarang kita impas" ucapku kemudian pergi pergi meninggalkan mereka.
Zack yang juga melihat kejadian ini dari jauh, hanya jadi penonton saja, tanpa melakukan hal yang berati. "Gadis yang menarik" gumamnya dalam hati.