Share:

Arinda dan Cintanya

READING AGE 18+

puputhamzah Romance

67796 reads

Gerimis membuatku takut. Saat gerimis aku selalu menerima berita yang membuat duniaku runtuh. Saat gerimis ibuku mengucapkan selamat tinggal dengan napasnya yang terengah-engah. Saat gerimis aku mendengarkan berita tentang kematian saudari kembarku Alysa. Aku merebahkan kepalaku digundukan tanah yang masih basah. Tak ada keluarga yang mencoba memelukku menahan rasa sakit akibat ditinggal saudariku tercinta. Tak ada Bibi dan Paman yang mencoba membujukku untuk pulang.  Aku menangis dan terus menangis namun tidak dengan bocah kecil berumur tiga tahun yang tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Arumi menatapku dengan bingung dalam diam. Bibir mungilnya memilih untuk tidak bertanya dan hanya diam mematung disebelahku.  Mengapa Alysa harus pergi dan meninggalkan Arumi kecil yang masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya.
Alysa, kakakku tercinta aku pernah marah dengan semesta karena kau mencintai pria yang sama denganku dan kau merebut mimpiku yang ingin bahagia bersamanya. Alysa kau berjanji akan bahagia setelah aku pergi dan mengalah untuk sekian kalinya demi kebahagiaanmu. Kenapa kau pergi? Kenapa? Jika bisa aku ingin menantang semesta hingga kau segera kembali dan tersenyum padaku. Kenapa tidak salah satu dari kalian yang tetap berpijak dibumi dan menatap mentari bersama Arumi. Aryo kau masih saja egois, hingga membuatku terluka dan ikut pergi bersama belahan jiwamu menghilang tanpa ada kabar. Hidup atau kau telah benar-benar pergi seperti angin yang tak meninggalkan jejak.

Aku berjanji akan membesarkan Arumi dan menyayanginya, putrimu adalah putriku. Aku menyayangkan masa lalu yang membuat kehidupan kita berubah. Kau dan aku terpisah dan sempat saling membenci Alysa tapi dalam lubuk hatiku sebenarnya itu semua adalah rasa kecewaku. Aku tetap Menyayangimu karena kau adalah keluargaku satu-satunya yang aku miliki. Kita tumbuh bersama dan melihatmu pergi tanpa pesan seperti membuatku merasa sangat sedih dan menyesal. Kau adalah aku, wajah kita sama dan Arumi mengganggap aku adalah kamu Alysa. Demi kebahagiaan Arumi aku akan berusaha menjadi ibu yang baik padanya dan berusaha membahagiakannya. Masa lalu hanya akan aku ingat tapi masa depan ada di depan jalanku bersama tangan mungil ini, yang akan menjadi kebahagiaanku. Terimakasih kau telah membawanya ke dunia ini dan membuatku memiliki alasan untuk bertahan di dunia yang sekarang terlihat hampa tanpamu dan ibu.

Arinda…

Arinda harus segera menghentikan tangisannya demi bocah kecil yang saat ini berada disampingnya, harta yang paling berharga yang ditinggalkan saudari kembarnya Alysa yaitu Arumi keponakannya. Ia harus kuat walau harus menjadi ibu tunggal dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mulai sekarang ia adalah ibu bagi Arumi dan ia harus memastikan Arumi akan selalu bersamanya, Arumi satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini, karena kecil ia dan Alysa hanya dibesarkan ibu mereka tanpa ayah dan tanpa kerabat. Ibu dan Alysa telah tiada dan sekarang hanya tinggal dirinya dan Arumi.

Unfold

Tags: possessivefamilygoodgirlCEOdoctordramaoffice/work placewifeshy
Latest Updated
Komitmen

Tempat ini sangat indah, sebuah resort yang cukup mewah dengan pemandangan alam yang hijau dan juga dipenuhi dengan pemandangan persawahan. Sonia baru pertama kalinya ke resort ini dan ia menatap Mahendra yang saat ini memegang tangannya lalu memintanya mengikutinya masuk kedalam resort ini. Sonia menghela napasnya, sikap Mahendra yang seperti i……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.