Share:

Azab dan Sengsara

Ismael Alberto Amado General Fiction

3 reads

Hari yang panas itu berangsur-angsur menjadi dingin, karena matahari,
raja siang itu, akan masuk ke dalam peraduannya, ke balik Gunung
Sibualbuali, yang menjadi watas dataran tinggi Sipirok yang bagus itu.
Langit di sebelah barat pun merah kuning rupanya, dan sinar matahari
yang turun itu nampaklah di atas puncak kayu yang tinggi-tinggi, indah
rupanya, sebagai disepuh dengan emas juwita. Angin gunung yang
lemah-lembut itu pun berembuslah, sedap dan nyaman rasanya bagi
orang-orang kampung yang sedang di perjalanan kembali dari kebun
kopi, yang terletak di lereng gunung dan bukit-bukit yang subur itu.
Maka angin itu pun bertambahlah sedikit kerasnya, sehingga daun dan

Unfold

Tags: StepbrotherFootball PlayerBillionairess
Latest Updated
chapter 10

"Kerbau enarn ekor, tiada sedikit uangnya, sekurang-kurangnya

empat-lima ratus rupiah," katanya dalam hatinya, sambil tersenyum-

 

senyurn melihat Sutan Baringin yang berjalan turun rumahnya.

Habis hari berganti minggu, habis minggu berganti bulan, habis

bulan berganti tahun. Demikianlah berturut-turut sehingga……

Comment