Share:

Aku Bukan DARA

READING AGE 18+

Amy Larahati LGBT+

8299 reads


"Kak, aku hamil." Sebuah kalimat itu meluncur dari bibir gadis yang bahkan belum bisa berpikir dewasa.

Kata-kata Dara Aulia, gadis berpakaian putih abu-abu itu seperti petir siang bolong di telinga pemuda tampan yang kini berdiri di hadapannya. Lelaki itu hampir sebaya dengan sang gadis, mungkin hanya berbeda beberapa tahun. Karena ia juga masih berseragam abu-abu.

"Apa maksudmu?" tanya pemuda itu panik.

"A-aku telat datang bulan dan aku sudah mengeceknya, ternyata aku hamil." gadis itu mengulurkan sebuah test pack dengan dua garis merah.

"Bagaimana bisa?" tanya pemuda itu seolah-olah memang tak tahu. Ia menerima test pack itu dengan enggan.

"Kakakk ... bukankah Kakak yang melakukannya? Kenapa Kakak bertanya seolah tak tahu apa-apa?" tanya gadis itu menangis.

"Hei, kenapa menangis? Jangan menangis di sini Ra! Kamu ingin kita menjadi tontonan banyak orang?" ucap pemuda itu gugup dan mengedarkan pandangannya, takut jika ada yang mendengarkan pembicaraan mereka.

"Bagaimana ini Kak? Dara takut ...," isak gadis itu semakin menjadi.

"Sttt ... diam Ra!" bentak pemuda itu tak sabar.

"Ayo ikut Kakak!" Pemuda itu menarik tangan gadisnya dan membawa ke parkiran.

Sesampainya di sebuah mobil sedan, Ardika Satya menyuruh gadis itu masuk ke dalam mobil. Dan ia juga ikut masuk.

"Kamu yakin Ra? Atau mungkin hasil testnya salah?" tanya pemuda itu tak sabar.

"Nggak mungkin Kak. Dara sudah mengecek dengan lima test pack dan hasilnya sama. Positif semua." Gadis itu menjelaskan dengan menangis.

"Sial!! Kenapa jadi begini?"

"Kak Ardi, Dara takut. Kakak akan bertanggung jawab kan?" tanya gadis itu dengan sorot mata memohon.

Unfold

Tags: rapeone-night standpregnantscandalsensitivedramafemale leadcity
Latest Updated
Saya Mau Putus!

"Hei Kamu mau ke mana?"

"Aku resign," jawab gadis itu singkat.

"Apa?" Risa tampak sangat terkejut mendengar ucapan Laras. "Kamu yakin tidak akan menyesal mengambil keputusan ini?"

"Tidak akan. Aku sudah sangat yakin," jawab gadis itu tanpa keraguan sedikit pun.

"Apa sudah Kamu pikirkan masak-……

Comment