Share:

Bunda Pilihan Ayah

READING AGE 18+

limabersaudara NewAdult

754 reads

Setelah seminggu menikah baru aku mengetahui alasan kenapa mas Dimas menikahi ku. Kalau aku tahu dari awal, mungkin aku akan menolak dinikahi olehnya dan tetap bekerja untuk menafkahi keluargaku.

Setelah seminggu pernikahan, dia memberikanku seorang bayi yang baru lahir. Bukan dari rahimku, melainkan dari rahim pelakor rumah tangganya yang sebelumnya. Iya, istri pertamanya meninggal dunia karena serangan jantung sesaat setelah mengetahui kalau mas Dimas tengah berselingkuh dengan mantan pacarnya yang dulu.

Lalu, apakah aku akan memiliki akhir yang sama dengan istri pertamanya?. Kini, aku mengasuh anak pelakor dari suamiku. Malang sekali nasibku. Percuma dia menjadi profesor, sedangkan kelakuannya sendiri yang seharusnya di sekolahkan.

"Tugasmu hanya satu. Rawat anakku, Dini." ujar mas Dimas memberikanku seorang bayi, kemudian keluar dari rumah dengan perempuan yang cantik jelita dengan bodi aduhai itu.

Aku termangu melihat bayi yang ada di gendonganku sekarang. Tidak seharusnya aku membencinya. Dia tidak tahu apa-apa. Orangtuanya lah yang salah.

"Baiklah, bunda akan merawatmu, nak. Biarkan saja ayah dan ibumu pergi sejauh mungkin, tapi bunda akan membesarkanmu dengan cara bunda sendiri." Ujarku dan masuk ke dalam rumah.

***

"Mana anakku Dini?" Tanya mas Dimas ketika baru pulang setelah sebulan menghilang tanpa kabar dengan pelakor itu.

Aku menunjuk ke dalam ruangan itu, sembari berkata, "dia sedang di rawat. Dia demam, mas. Seharusnya mas tidak pergi meninggalkannya dengan perempuan itu karena anak sekecil dia sangat membutuhkan asi dari ibunya." Jelasku.

"Lalu untuk apa aku menikahimu kalau mengurus anak saja tidak becus!" Ujarnya dan menggeser tubuhku dengan kasar.

Unfold

Tags: love-trianglecontract marriagegoodgirlbxgsugar daddyfemale leadtorturedoffice ladyprofessornanny
Latest Updated
Sarla, Anak Bunda

"Maaf."

"Dini, dengarkan penjelasan ku dulu. Dia Kayla, sudah lama menjadi pacarku, bahkan sebelum aku menikah dengan istri pertamaku. Sekarang dia melahirkan anakku, tapi keadaannya aku sudah menikahi denganmu." Kata mas Dimas segera setelah mengucapkan kata maaf.

Tangis, marah dan kecewa ini membuatku lemah, tapi aku……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about cookie permissions, you can click on Privacy Policy.