Share:

Innocent Girl

READING AGE 16+

qauliarahma Romance

527 reads

"Btari," panggilnya, lagi.

"Aku nggak mau nikah kalau bukan sama Abang!"

Bang Hans menarik napas panjang. Sebelah tangannya ia letakkan di belakang lehernya, kemudian yang kulihat laki-laki itu memijatnya pelan.

"Kamu yakin mau sama Abang?" tanyanya, tatapannya terarah lurus ke manik mataku.

Aku mengangguk penuh keyakinan.

"Usia kita berbeda jauh."

"Kata Kak Chua, usia bukan masalah selama saling menyayangi," kataku, kemudian mengangguk.

Kuperhatikan raut wajah Bang Hans. Tampak sekali laki-laki itu sedang berpikir keras. Ada yang salah dengan kata-kataku barusan?

"Abang cukup tua buat kamu yang masih remaja," gumamnya.

Aku menegakkan badan, menatap Bang Hans, kesal. "Nggak masalah!"

"Kamu siap menghadapi Ayah sama Ibu kalau seandainya mereka nggak setuju?"

"Iya. Asal Abang juga mau berjuang sama-sama aku."

Bang Hans mengembuskan napas panjang, dan menatapku kembali. "Kasih Abang waktu, sebentar aja."

"Oke." Kepalaku mengangguk, menyetujui keinginan Abang. "Tiga hari!" aku menunjukkan ketiga jariku di depan wajahnya. "Lebih dari tiga hari, aku minta izin sama Ayah dan Ibu sendiri kalau aku mau nikah sama Abang!" kataku, terdengar final.



Cover by: Canva

Unfold

Tags: possessivecomedysweethumorousshy
Latest Updated
Gagal, Lagi

Btari: Gagal, Lagi.

"Lagi mikirin apa sih?"

Aku menoleh cepat ke arah Laliana. Gadis itu menyenggol lenganku di kala kelas masih berlangsung. Segera kugelengkan kepalaku, "Nggak ada," jawabku agak berbisik.

Laliana berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Lo……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about cookie permissions, you can click on Privacy Policy.