Share:

Kontrak Pernikahan dengan Gus

Wafa Farha Fanfiction

19202 reads

Saat meletakkan piring-piring ke tempatnya, ada suara langkah kaki mendekat dari ruang samping.
Mungkin Mbak Siti atau Mbak Zulfa tertinggal sesuatu dan kembali.

"Assalamualaikum." Suara laki-laki, sepertinya gue kenal Gaes. Itu ... deg. Gus Fatih, sedang apa malam-malam begini? Saking deg-degan sampai lidah gue kelu, ndak jawab salamnya.

"Hem, ndak ada yang nyahut. Berarti sudah kosong dapurnya. Sudah kuduga mbak-mbak itu lupa matikan lampu."

Gue bergeming di pojokan dapur, nunggu Gus Fatih matikan lampu dan pergi.

Semenit, dua menit, lima menit, orang itu gak juga pergi. Bisa-bisa gue kaku di tempat ini.

"Apa ini?" Gus sepertinya menemukan sesuatu.
"Kitab kok sampule gambar orang Korea."

Aduh itu kitab gue Gaes. Tadinya setelah ta'lim malam, gue langsung ke dapur, supaya gak bolak-balik. Gara-gara Mbak Siti dan Zulfa gue jadi lebih lama ada di dapur.

"Dear diary ...." Gus Fatih membaca sesuatu yang membuat gue melotot. Di dalam kitab itu ada diary kecil tempat gue curhat termasuk soal patah hati gue.

Gak mau Gus sampai membaca tentang patah hati gue, segera gue lari ke ruang sebelah.
"Jangaaaan!" teriak gue agar Gus tidak membaca lebih lanjut.

Dia menoleh melihat gue, dan sialnya kaki gue kesandung karpet di bawah meja lalu ....

"BRUGHT!"

Gue menabrak Gus Fatih, hingga posisi tubuh gue ada di atasnya Gaes, dan gak sengaja mencium pipinya. Jantung gue udah copot kali, rasanya berhenti berdetak karena ini.

"Astagfirullah Gus!" seorang ikhwan sudah berdiri di depan pintu.

Gue dan Gus menoleh berbarengan ke arah santri itu, karena sama-sama kaget mendengar suaranya dan belum sempat berubah posisi. Ya Allah fitnah apa ini? Apa yang akan terjadi setelah kejadian ini?

Unfold

Tags: dramatragedycomedytwistedsweet
Latest Updated
Ekstra Part 2
Comment