Ke esokan paginya. Rea bangun lebih dulu. Ia menyiapkan sarapan untuk Kean, membereskan kekacauan mereka atas malam panas nan membara kemarin. Sebab baju-bajunya berserakan mulai dari kamar tamu, ruang tengah bahkan di dapur. Kean benar-benar gila. Tidak membiarkan Rea memakai baju sedetik pun. Dan sebelum bibi yang biasa membersihkan penthouse ini datang, melihat kekacauan ini, mau di taruh di mana muka Rea nantinya. Tapi tak apa, Rea menyukainya. Dan suka dengan kemesuman suaminya. Asalkan hanya dengannya saja. Jika dengan wanita lain, siap-siap saja, Senjatanya melayang! “Nah, beres. Tinggal bangunin dia aja,” gumam wanita tersebut yang puas melihat semua pekerjaannya selesai. Menyiapkan sarapan, membereskan pakaian kotor, serta menyiapkan pakaian untuk suaminya berangkat ke

