Bab 3 - Bab 4

1125 Words

                   Putri Zeleanor

Agnika asri senang karena sekarang ia sudah tidak sendirian lagi, kini ia dikelilingi oleh orang orang tersayang Ia tersenyum bahagia karena bisa melihat putri Zeleanor. Ia terus memandang ke arah putri nya Agnika asri dan berkata didalam hatinya "meskipun Zeleanor bukan darah daging ku, akan aku beri kasih sayang yang melimpah seperti anak ku sendiri, ku anggap dia seperti darah daging ku sendiri " batin Agnika asri didalam hatinya

Selesai memasak Agnika asri dan Zeleanor pergi sambil membawa makanan yang sudah siap menuju ke meja makan.

"Ibu, coba cicipi ini! Ini Zeleanor sendiri yang memasak nya!" ungkap putri Zeleanor

"Hmmmm...enak sekali masakan putri ibu" puji Agnika asri

"Terimakasih"

Agnika asri bersyukur karena ia kini telah bersama keluarga kecilnya Ia bahagia karena bisa memiliki seorang putri yang cantik dan menggemaskan.

"Ibu, ibu apa benar hilang ingatan?" tanya Putri Zeleanor "apa ibu ingat saya?" tanya Putri Zeleanor dengan nada sedih

Mendengar kata itu membuat hati Agnika asri sakit tersayat sayat meskipun begitu Agnika asri tidak mau membohongi sang putri "memang benar, meskipun begitu ibu tetap ingat kamu kok walaupun sedikit" jawab Agnika asri dengan lembut

Didalam hatinya Agnika asri sangat bahagia dan sedikit merasa bersalah kepada Zeleanor, ia takut Azalea membencinya setelah ia tahu bahwa ia bukanlah Agnika asri yang asli.

"Bolehkah aku merasakan sedikit kebahagiaan ini?" tanya batin Agnika asri "tapi aku takut kehilangan Zeleanor setelah ia tahu bahwa aku bukanlah Kaisar Agnika asri yang asli ibunya"

Melihat sang ibu terus melamun membuat Zeleanor khawatir sambil berkata "ibu, ibu baik baik saja? " tanya Zeleanor kepada Agnika asri

Agniasri tahu sebentar lagi adalah hari ulang tahun sang putri Zeleanor sekaligus debutante putri Zeleanor di kekaisaran ini.

Dengan lembut Agnika asri bertanya kepada sang putri "Putri ku, besok adalah hari ulang tahun mu di hari ulang tahun mu besok kamu mau hadiah apa dari ibu? " tanya Agnika asri

Mendengar itu putri Zeleanor tidak segan segan mengatakan keinginan nya yang sebenarnya kepada Agniasri "ibu, apakah Zeleanor boleh jujur? " tanya Zeleanor "sebenarnya saya telah bertemu dengan seorang anak misterius tadi malam"

"siapa anak itu?"

"entahlah, Zeleanor sendiri juga tidak tahu. Dia bilang katanya di kota paman ada sebuah toko buku yang ceritanya katanya seru dan asyik, ibu sebenarnya dihari ulang tahun saya besok saya ingin ibu membeli kan saya beberapa buku cerita disana" jawab Zeleanor

Ternyata Zeleanor suka sekali sama buku" batin Agniasri

"baiklah" kata Agnika asri sambil menganggukkan kepala

"ibu, sebelum itu apakah ibu mau menemani saya kesana malam ini? " pinta Zeleanor

Agnika asri senang karena Zeleanor mulai sedikit terbuka padanya, di cerita novel aslinya sang putri Zeleanor takut kepada Agniasri semenjak kematian mendiang suaminya marquees peonyo Agnika asri sering sekali marah dan emosi kepada siapapun itu walaupun kepada putrinya sendiri.

Meskipun besok adalah hari ulang tahun sang putri Zeleanor, Agniasri tidaklah lupa bahwa di cerita novel aslinya besok adalah hari dimana sang tokoh antagonis pertama kali bertemu dengan sang tokoh utama pria di aula pesta kekaisaran. Setelah sang antagonis dan sang tokoh utama pria bertemu di aula pesta sang tokoh utama pria menawarkan sedikit keuntungan kepada Agnika asri sang antagonis yaitu tawaran menikah kontrak selama setahun. Di cerita novel aslinya sang antagonis tanpa pikir panjang menerima tawaran tersebut sampai ia terjebak oleh sang tokoh utama pria, karena perbuatan jahatnya Agnika asri kepada sang tokoh utama wanita Agniasri kena hukuman mati dan putri Zeleanor diasingkan ke wilayah terpencil dan tidak mendapatkan hak dan keadilan sedikit pun.

"ibu, kenapa? " tanya Zeleanor "apakah masakan Zeleanor tidak enak dilidah ibu?"

Agnika asri tersenyum "tidak kok, ini enak sekali. Terimakasih sayang! " jawab Agnika asri sambil tersenyum bahagia

Mendengar jawaban sang ibu Tuan Putri Zeleanor juga ikut senang mendengar nya, Tuan Putri Zeleanor bahagia karena ibunya telah kembali menyayangi nya.

                 Berlibur

Pada malam harinya Agniasri sudah berjanji kepada putrinya bahwa di malam ini Ia akan menemani putri Zeleanor membeli buku di kota Lilium milik sepupunya. Sebelum ia dan putri Zeleanor berangkat Agniasri dan Tuan putri Zeleanor bersiap siap diruang ganti keluarga kekaisaran. Azalea merintih kesakitan "hiks, ibu ini sesak sekali" ungkap Putri Zeleanor sedih

Melihat raut wajah Zeleanor yang sedih Agnika asri tidak tega dan menyuruh para pelayan untuk melonggarkan korset pakaian yang dikenakan Zeleanor "pelayan, tolong longgarkan sedikit korset putri ku!" perintah Agnika asri

"Baik, yang mulia" jawab para pelayan

Mata Agnika asri lega melihat putri Zeleanor yang tidak sedih lagi ia senang karena bisa menemani putri nya pergi keluar kastil kerajaan. Persiapan pun selesai Agniasri dan Zeleanor bergegas keluar menuju ke kereta kuda, bagi Agniasri putri nya adalah segalanya dan dunianya. Setelah sampai di luar ia terkejut melihat dua orang pemuda yang sedang menunggu nya.

Agnika asri matanya menyipit "Siapa mereka?" tanya batin Agniasri "kenapa mereka berdiri di samping kereta kuda keluarga kekaisaran?"

Melihat ibunya yang diam tanpa kata Zeleanor bertanya kepada Agnika asri "ibu, ada apa?" tanya Putri Zeleanor

"Hah? Tidak ada apa apa kok sayang" jawab Agnika asri dengan lembut

Agniasri bingung dan bertanya "Zeleanor, siapa mereka?" tanya Agnika asri kepada putrinya

Melihat tampilan luar kedua pemuda tersebut Agniasri sadar bahwa mereka adalah kedua pemeran utama pria yang lain yaitu ksatria Arjuna dan Ksatria Manggala. Ksatria Manggala adalah teman ksatria Arjuna sekaligus sepupu Agniasri dari pihak ayah. Kaisar terdahulu mempunyai seorang adik perempuan, adik perempuan kaisar terdahulu adalah ibu kandung dari ksatria Manggala.

"Hey, kalian berdua kenapa diam saja?" tanya ksatria Manggala "Ayo kita berangkat!" Ajak ksatria berangkat ke tempat tujuan

Tuan putri Zeleanor dan Kaisar Agnikanasri bergegas pergi ke kereta "Ya kak" jawab Agnika asri

Agnika asri memiringkan kepala nya karena bingung Agnika asri bertanya kepada ksatria Manggala "kak, kakak mau ikut kami?" tanya Agnika asri

"Hah? Untuk apa aku ikut?" tanya ksatria Manggala "aku diperhatikan bibi untuk menemani kalian bertiga!" Jawab ksatria Manggala

"Oh"

Ksatria Arjuna berdeham mengingatkan ksatria Manggala untuk memanggil bibinya dengan sebutan ibu suri.

Ksatria Manggala menggaruk kepalanya dan menjawab "Maaf kan aku" jawab ksatria Manggala

Di dalam novel asli 'Cinta Tanpa Dikatakan' ksatria Manggala salah satu karakter tokoh utama pria yang memiliki wajah rupawan, rambut berwarna biru tua sebiru langit malam, wajah putih mulus, tubuh tinggi sedikit berotot, dan warna pupil mata yang sama seperti sang kaisar Agnika asri yaitu mata berwarna biru muda sebiru laut yang indah. Sedangkan ksatria Arjuna memiliki wajah tampan, memiliki kulit warna sawo matang, pupil mata hitam sayu, dan tubuh tinggi kekar.

Agnika asri melihat wajah ksatria Arjuna dari samping kereta kuda di dalam hati nya Agnika asri seketika mulai terpesona oleh wajah rupawan yang ksatria Arjuna miliki. Agnika asri terus menerus memandang ke arah ksatria Arjuna "tampan juga" batin Agnika asri

Ksatria Arjuna merasa terganggu dengan tatapan Agniasri ia mulai merasa terusik, karena merasa tidak nyaman Arjuna bertanya kepada Agnika asri "Yang Mulia, apa ada yang salah dari saya?" tanya ksatria Arjuna

"tidak ada" jawab Agnika asri sambil tersenyum lembut

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeAdd