bc

ISTRI KONTRAK TUAN CEO

book_age18+
149
FOLLOW
552
READ
contract marriage
HE
arrogant
boss
heir/heiress
drama
bxg
genius
affair
like
intro-logo
Blurb

Terus di desak oleh kedua orang tuanya untuk menikah, Darius dengan terpaksa menyeret Savana, sekretarisnya untuk menikah dengannya.

Bukan menikah dalam artian yang sesungguhnya, melainkan pernikahan sementara yang di landasi oleh sebuah kontrak perjanjian.

Mampukah Darius dan Savana mempertahankan hubungan palsu yang mereka sembunyikan dari keluarga besar keduanya?

Atau malah terjebak dengan perasaan rumit yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya?

Cover by Anggiliashinta

Font : Fin Serif Display Italic. From dafont.com (100% free, comersial use.)

Picture : freepik.com (no copyright, commecial use)

Edit : piscay (100% free)

chap-preview
Free preview
1. CEO IBLIS DAN SEKRETARISNYA

Jam masih menunjuk ke angka delapan lewat empat puluh lima menit, namun suasana di dalam gedung KJ KINGDOM sudah cukup ramai. 


Jam kerja di mulai pukul sembilan tepat, jadi tidak heran jika sekarang semua pegawai dan juga karyawan tengah sibuk mempersiapkan pekerjaan masing-masing, atau sekedar mengobrol dengan rekan kerja mereka sembari menunggu start. 


Tidak berbeda dengan Savana, gadis cantik berusia dua puluh lima tahun yang bekerja sebagai sekretaris itu tengah sibuk dengan komputer di hadapannya. Tangannya menari di atas tuts keyboard dengan lincah. Sementara Jessika, gadis yang menjadi asistennya selama dua bulan terakhir ini masih tampak bersantai dan memilih untuk bekerja sesuai dengan jam yang sudah di tentukan.  


Pekerjaannya yang bisa di bilang tanpa batas, membuat gadis itu memutuskan untuk bekerja lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Ya begitulah nasib yang harus di jalani Savana sebagai sekretaris Darius Keint Jensen, seorang CEO diktator yang di kenal dengan sifatnya yang kejam. 


Darius menginginkan semuanya sempurna, tanpa cela. Membuat Savana harus ekstra hati-hati dalam semua tindakannya yang menyangkut dalam hal pekerjaan, jika tidak ingin di tendang dari posisinya sekarang. 


"Lihat betapa tampannya CEO kita!" Jessika berseru dengan nada takjub yang tidak bisa dia sembunyikan, dan di detik berikutnya sebuah lembar majalah tersodor tepat di depan wajah Savana yang duduk di sampingnya. 


"Lihat, Savana." Pinta gadis cantik itu setengah merajuk, membuat mata Savana yang tadinya tengah fokus ke layar komputer di hadapannya, melirik sekilas untuk menatap majalah yang di sodorkan oleh teman semejanya itu. 


"Hey singkirkan itu!" begitu indra penglihatan Savana bertemu dengan gambar pada halaman majalah yang di sodorkan oleh Jessika, bulu tubuhnya langsung meremang. Tangannya secara refleks langsung menjauhkan majalah itu dari wajahnya. 


"Kenapa?" Tanya Jessika keheranan dengan reaksi teman kerjanya itu. 


"Itu sangat menyeramkan." Ujar Savana jujur, tubuhnya menggidik ngeri saat menjawab. "Mata abu-abunya seakan menatapku secara langsung." 


Jawaban gadis itu membuat Jessika mengamati majalah di tangannya. Pada halaman depan majalah bisnis terkenal itu terdapat artikel dengan headline CEO muda yang berhasil menyambet predikat Man Of Year. Darius Keint Jensen, lengkap dengan fotonya. 


"Benar juga.." Jessika bergumam, setuju dengan pendapat Savana. Gambar yang tertera pada majalah di tangannya itu memang sangat tampan, mengenakan setelan bewarna grey karya designer terkenal, dengan surai hitam yang disisir rapi dengan pomade. Mata yang berhias iris abu-abunya menyorot tajam menatap ke depan, memberi kesan dingin dan berwibawa, namun juga berbahaya. 


"Tapi kau juga salah besar, Na." Lanjut Jessika lagi, membuat Savana yang sudah kembali fokus pada komputer di hadapannya itu menoleh sebentar. 


"Kenapa?" Tanya Savana sedikit penasaran.


"Hanya dengan menatap gambarnya saja sudah membuatku b*******h, tidak heran jika CEO kita disebut sebagai pria yang paling di inginkan oleh wanita Indonesia. Iri sekali aku denganmu, bisa menghabiskan banyak waktu berdua bersama Mr. Jensen." 


"Apa?" Mata Savana membulat saat mendengar jawaban dari Jessika. "Hal seperti itu tertulis di situ?" Tanya dia tidak percaya, merebut majalah bisnis dari tangan Jessika, dan mulai membaca artikel di sana.


"Tidak, tidak tertulis disitu." Sahut Jessika. "Aku pernah membacanya di salah satu artikel online." Terang gadis itu lagi, membuat Savana hanya bisa memutar bola matanya dan menghela napas jengah saat menyerahkan kembali majalah ditangannya kepada Jessika. 


Kenapa dirinya bisa penasaran dengan hal seperti itu? Pikir Savana keheranan, menggelengkan kepalanya cepat, berusaha menyingkirkan Darius dari dalam pikirannya. Sementara Jessika sudah kembali menatap majalah yang menampilkan foto atasannya itu dengan pandangan terkagum-kagum. 


Kembali fokus pada komputer di hadapannya, Savana hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat tingkah asistennya itu. Entah kenapa, jika melihat kelakuan Jessika sekarang, gadis itu mengingatkan dengan dirinya yang dulu, pada hari-hari pertamanya mulai bekerja. 


Awal bekerja di KJ Kingdom, Savana bekerja sebagai sekretaris Kristian Jensen yang merupakan ayah dari Darius yang menjabat sebagai CEO perusahaan sebelumnya. 


Pria berusia enam puluh tahun lebih itu memiliki pembawaan sangat tegas dan berwibawa, namun juga sangat memperhatikan kesejahteraan para karyawannya. 


Tidak heran jika Kristian mampu mendirikan perusahaan besar dan mengembangkannya dengan pesat. 


Dan saat Kristian mulai tidak terlalu aktif bekerja karena masalah kesehatan, pria itu menyerahkan menyerahkan jabatan CEO yang dia emban kepada putera sulungnya. Dan secara otomatis, Savana beralih menjadi sekretaris Darius. 


Tentu saja Savana juga pernah terpesona dengan CEO baru nya itu. Tidak memungkiri jika Darius memang sangat tampan, dan berkarisma. Mengingat gen unggul yang di miliki oleh Kristian, tidak heran jika Anak pertama keluarga Jensen itu mewarisi semuanya. 


Pria itu berhasil menjadi CEO di usianya yang cukup muda. Dan menurut kabar yang Savana dengar, Darius mendapatkan posisinya sekarang benar-benar dari kerja keras yang dia lakukan, dia mulai bekerja di KJ Kingdom dengan posisi karyawan biasa. 


Hingga akhirnya Savana mengetahui kepribadian Darius yang sebenarnya setelah bekerja sebagai sekretaris pria itu. 


Darius memang mewarisi ketampanan dan juga sifat kerja keras ataupun tegas yang di miliki oleh Kristian. Namun selebihnya, sifat mereka sangat bertolak belakang. Darius terkenal dengan sifatnya yang perfeksionis dan arogan.


Bahkan pria yang menjabat sebagai CEO perusahaan itu mendapat julukan khusus dari para karyawan, CEO iblis atau juga Iblis gila. Demikian mereka memanggilnya. 


Jangankan gadis itu merasa b*******h saat melihat Darius seperti yang di dibicarakan oleh Jessika tadi, yang ada hanya lah rasa emosi yang memuncak saat Savana bersama dengan atasannya itu. 


Savana masih di sibukkan dengan pekerjaan dan juga pikirannya yang melayang ke masa lalu saat suara notifikasi dari komputernya terdengar dan langsung membuatnya tersadar. Sebuah pop up pesan muncul di layar komputer gadis itu. 


CEO iblis sudah datang!


Jantung Savana langsung berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya saat membaca pesan berantai yang di kirim oleh bagian resepsionis. Ya, semua karyawan di perusahaan sudah bekerja sama untuk saling memperingatkan tentang keberadaan Darius untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.


Seperti jika Darius sudah muncul di lobi perusahaan, maka bagian resepsionis akan mengirim pesan berantai sebagai peringatan, begitu pula sebaliknya jika Darius akan keluar dari ruangan. Maka Savana akan mengirim pesan kepada semua orang. 


"Kopinya sudah, kan?" Tanya Savana kepada Jessika, di sambut dengan anggukan kepala oleh gadis tersebut.


"Kita sudah mengecek ruangannya dua kali, Savana." Kata Jessika dengan nada rendah mengingatkan rekan kerjanya itu. 


Savana menarik napas panjang, berusaha untuk menormalkan detak jantungnya. Matanya mengitari sekitar, melalui dinding kaca yang mengelilingi ruangannya, gadis itu bisa mengetahui jika semua orang di lantai tiga puluh lima itu tengah bersiap menyambut kedatangan CEO iblis yang terkenal dengan kekejamannya. 


Itu dia! Itu dia! Itu dia! 


Dalam kesunyian karena semua orang memilih untuk diam, Savana bisa mendengar dentingan yang dia kenali berasal dari lift yang kebetulan letaknya bisa gadis itu lihat dari tempat duduknya sekarang. Detik berikutnya pintu lift terbuka, disusul munculnya Darius keluar dari sana. 


Waktu seolah berhenti saat Darius melintas di lantai tiga puluh lima itu menuju ruangannya, orang-orang duduk dengan tertib di meja masing-masing, menahan napas saat CEO iblis itu melewatinya.


Begitu pula dengan Savana, matanya menatap pria yang hari ini memakai setelan berwarna serba hitam lengkap dengan mantel warna senada itu berjalan mendekat.


Wajahnya yang tampan terlihat datar, sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apa pun di sana. 


Saat Darius pintu kaca otomatis tempat Savana berada terbuka, segera kedua gadis itu bangun dari duduknya.


"Selamat pagi, Mr. Jensen." Sapa mereka berdua serempak, dibalas oleh Darius dengan anggukan kepala singkat. 


Setelah Darius berjalan melewati mereka, Savana segera bergegas meninggalkan meja dan mengikuti atasannya itu masuk ke dalam ruangannya. 


"Ada meeting dengan PT. Surya Prima pada jam sembilan tiga puluh, lalu rapat staff setelahnya." Kata Savana saat sudah sampai di dalam ruangan. Dengan sigap gadis itu membantu melepaskan mantel yang gunakan oleh Darius, menggantungnya pada gantungan yang tersedia di samping meja kerja CEO-nya itu. 


"Oke." Jawab Darius lengkap dengan anggukan kepala saat berjalan menuju meja kerjanya. "Ini semua berkas yang aku inginkan kemarin?" Tanya pria berusia tiga puluh dua tahun itu, tangannya dengan cekatan mengecek tumpukan dokumen yang sudah Savana siapkan di atas meja sesuai permintaan atasannya tersebut.  


"Benar," jawab Savana mengiyakan. "Saya sudah mengumpulkan semua berkas yang menyangkut kerja sama perusahaan kita dengan Blue Sky Corp."


Darius kembali menganggukkan kepalanya untuk kedua kalinya saat mendengar jawaban dari Savana, lalu bergerak untuk duduk. 


Tak!


Jam menunjuk ke angka sembilan tepat saat tangan pria itu bergerak untuk menekan tombol power pada komputer di hadapannya, memulai jam kerjanya. Sudah dua tahun Savana bekerja untuk Darius, dan gadis itu masih di buat takjub dengan atasannya itu yang selalu datang tepat waktu, tidak kurang ataupun terlambat sekalipun. 


Beralih dari komputer, tangan Darius meraih cangkir kopi yang sudah tersedia di atas meja dan menyesapnya. Sementara Savana yang berdiri di hadapannya itu mengamati dengan jantung berdebar-debar. 


Bukan karena jatuh cinta, namun setiap pergerakan yang dilakukan oleh manusia di hadapannya itu membuat jantungnya enggan untuk bersikap dengan normal. Sifat perfeksionis Darius, benar-benar membuat Savana kewalahan. 


"Karyawan baru itu siapa namanya? yang bekerja sebagai asistenmu." Tanya Darius setelah menyesap isi cangkir kopinya sedikit. Tangannya bergerak untuk meletakan kembali cangkir di tangannya ke atas meja. 


"Jessika Kincaig?" Tanya Savana dengan nada hati-hati.


Ada apa lagi ini, apa Jessika melakukan suatu kesalahan? Batin Savana bertanya-tanya. 


"Ah, benar. Nona Kincaig." Seru Darius seolah baru teringat dengan nama bawahannya itu. "Dua bulan lebih dia bekerja di sini, namun rasa kopi yang dia buat selalu berbeda setiap harinya." 


Perkataan Darius membuat jantung Savana seolah lompat dari rongganya. 


"Menurutmu apa yang harus kita lakukan?" Mengangkat kepalanya untuk menatap Savana, Darius meminta pendapat dari sekretarisnya itu. 


"Maaf, Mister atas ketidak nyamanannya. Namun yang menyiapkan kopi anda pagi ini adalah saya." Kata Savana membuat Darius mengangkat satu alisnya. Sementara detak jantung Savana semakin meningkat.


"Benarkah?" Darius menelengkan kepalanya ke samping, seolah ragu dengan jawaban Savana.


"Benar." Gadis itu berusaha untuk mengangguk dengan tegas.


Apa keputusannya untuk berbohong kepada atasannya itu akan membuatnya menyesal? Bagaimana jika dia dipecat? Namun jika membiarkan Jessika terlibat masalah dengan Darius hanya karena rasa kopi yang dia buat, rasanya Savana tidak tega.


"Kalau begitu saya akan menyiapkan kopi anda lagi." Kata Savana lagi, menganggukkan kepala untuk undur diri namun di tahan oleh Darius. 


"Tidak perlu, terlalu membuang-buang waktu." Kata pria itu membuat Savana terpaku. "Siapkan saja berkas-berkas yang diperlukan untuk rapat dengan PT. Surya Prima," titah Darius kepada sekretarisnya itu. "Dan juga hubungi kantor Delvino, atur pertemuan denganku hari ini." 


"Baik, Mister." Gadis itu mengangguk untuk kedua kalinya, sebelum akhirnya undur diri dan keluar dari ruangan Darius setelah memastikan atasannya itu tidak membutuhkan apa pun lagi. 


Yang Savana lakukan saat berhasil keluar dari ruangan Darius adalah menarik napas panjang, berusaha menormalkan degup jantungnya. 


"Bagaimana? Aman kan?" Tanya Jessika kepada Savana saat rekan kerjanya itu sudah kembali ke mejanya.


Yang di tanya hanya tersenyum kecut lalu mengangguk dan menghempas punggungnya ke kursi kerja, lagi pula yang harus Savana lakukan di hari-hari seterusnya hanya lah menyiapkan sendiri kopi Darius. Jadi gadis itu memilih untuk tidak membahas masalah yang baru saja terjadi dengan asistennya tersebut. 


"Ada rapat dengan PT. Surya Prima pagi ini, kan? Aku akan menyiapkan berkas-berkasnya." Kata Jessika lagi dengan cekatan, membuat senyum Savana mengembang sebelum akhirnya menganggukkan kepala untuk kali kedua. 


"Kalau begitu aku akan mengandalkanmu, dan mengerjakan yang lain." Kata gadis itu kembali bersemangat, dan kali ini Jessika yang mengagukkan kepala setuju. 


Ya, Jessika merupakan rekan kerja yang sangat bisa diandalkan. Jadi, Savana tidak akan membiarkan gadis itu mendapatkan masalah dari Darius hanya karena rasa kopi yang dia bikin yang tidak pas. 


Dengan Jessika yang kini tengah menyiapkan berkas-berkas meeting, Savana meraih gagang telepon di mejanya untuk menjalankan tugas lainnya dari CEO-nya itu, menghubungi kantor Delvino. 


Sembari menunggu panggilannya tersambung pikiran gadis itu kembali melayang. Sampai kapan dia sanggup menghadapi sikap Darius?


**



editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Imperfect Marriage

read
268.8K
bc

Tentang Cinta Kita

read
136.6K
bc

Kali kedua

read
184.2K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
114.9K
bc

My husband (Ex) bad boy (BAHASA INDONESIA)

read
216.2K
bc

Obsessive Cruel Husband

read
5.7K
bc

Single Man vs Single Mom

read
86.1K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play