Vanila yang seharusnya sibuk mengerjakan revisi, justru sibuk memikirkan cara supaya Rori kembali bahagia seperti semula. Setidaknya supaya cowok itu tidak selalu murung -- terhitung sejak ia pulang ke rumahnya beberapa hari lalu. Zona tiba - tiba masuk ke kamarnya. Ikut rebahan di samping sang kakak. "Ya udah lah mbak. Gue nyerah aja. Sekarang gue percaya Lo emang pacaran sama Rori. Dan gue juga percaya kalo Rori emang sakit." Zone membuat laporan kepercayaan layaknya membuat sebuah pengakuan dosa. "Bagus deh kalo gitu. Syukur Alhamdulillah." Vanila mengungkapkan rasa syukur. Nampak kurang antusias tapi ia sebenarnya lega betulan kok. Ia hanya terlalu lelah memikirkan cara membuat Rori kembali ceria. "Eh, Dek. Lo kan hobi banget tuh lihat YouTube. Lo juga hafal sama semua Yout

