Goyah

1218 Words

Ceklek. Pintu runagan terbuka. Dan kemudian datanglah Theo membawa bunga dan jinjingan sekotak donat yang biasa dimakan Sasha. “Maaf Pak saya terlambat datang!” ucap Theo merasa bersalah. “Ya sudah tidak apa-apa!” Theo kemudian memberikan sebuket bunga yang sering diberikan Yudis dulu. Dia tersenyum menerimanya. Lalu menatap bahagia ke arah Yudis. “Terimakasih!” ucap Sasha sambil menghirup aroma wangi dari bunga yang diberikan. Yudis menarik napas panjang. Ada satu hal yang dia sesali. Seharusnya tadi dia meminta Theo untuk tidak membelikan bunga untuk Sasha. Mungkin karena kebiasaan Theo yang  sering menyiapkan segala hadiah untuk Sasha, jadi Theo hari ini juga membelikan itu tanpa disuruh. “Pak Yudis, apa kesepakatan kerja sama kita dengan Sasha sudah selesai?” tanya Theo. “Belu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD