Reya masuk ke dalam kamar. Mengunci pintu kamarnya serapat mungkin. Ia lalu berjalan kemudian duduk di sudut kamarnya. Menerawang pikirannya sediri berpikir cara apa lagi yang harus ia lakukan? pikirannya lelah sekali dengan masalah ini. Melukai diri sendiri? Bunuh diri? Tak bisa di tampik jika itu sempat terpikir dalam pikirannya. Merasa tak ada jalan keluar untuk masalah yang ia hadapi. Hanya saja itu bukan gayanya, apalagi ketika ia memikirkan Yunki dan keluarganya. Ia tak ingin membiarkan dirinya menjadi seorang yang bodoh. Ia punya banyak sekali orang yang menyayangi dirinya. Tak mau membuat orang tuanya di Indonesia juga keluarga Yunki di Korea yang akan selalu menerimanya. Buat ia menghapus pikiran buruknya jauh-jauh. Saat ini Ia hanya duduk seraya memutar ponsel yang terus ia geng

