Dinda tidak tahu alasan abangnya tiba-tiba sudah ada di depan sekolahnya saat akhirnya dia pulang. Jam menunjukkan kini hampir pukul 4 sore, lebih lama dari yang Dinda perkirakan karena tadi dia mengobrol dengan beberapa teman dan dicegat pula oleh Riko. Cowok itu minta berbicara berdua dengan Dinda yang selama beberapa waktu ini terus menghindarinya. Mereka memutuskan berbicara berdua di kantin yang sudah sepi karena sebagian siswa sudah pulang sekolah walau ada yang masih melanjutkan kegiatan ekstar kulikulernya. Saat itu ada beberapa siswa yang duduk di meja kosong di kantin sambil menikmati makanan dari kios yang masih terbuka sampai sore hari. “Mau ngomong apa si?” tanya Dinda langsung karena sampai Riko harus berbicara dengannya di tempat yang tidak ada banyak orang. Riko duduk d

