"Awww ... ." Arimbi mengaduh karena keningnya disentil Athala. "Kenapa menyentilku?" tanyanya sambil meraba keningnya. "Makannya jangan ceroboh! ... Kamu itu makin hari makin ceroboh aja ... Untung ada aku di sini. Coba kalau nggak ada. Nggak bisa bayangin gimana jadinya ... Ckckck," ucap Athala dan meninggalkan Arimbi yang wajahnya tampak kesal. "Nolongin sih nolongin, tapi ujung-ujungnya malah ngomelin," lirihnya pelan dengan kesal sambil memandang punggung Athala yang makin jauh menaiki anak tangga. Sementara Athala, dia masuk ke kamarnya dengan hati tak karuan. Jantungnya tidak bisa diajak kompromi. Dia pun menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang. Tanpa terasa, kesadarannya menghilang dan dia tertidur pulas. Malam pun tiba ... Tok ... Tok ... Tok ... Suara ketukan pintu membangunka

