Sejak dua hari lalu Nidya merasakan ada sesuatu yang berubah pada diri Bagas, ia lebih banyak diam dan bermain ponselnya saat bersama Nidya seolah memiliki dunia sendiri. Tatapan cinta di mata Bagas pun Nidya rasakan berbeda, ia seperti menghindari setiap kali netra mereka bertemu. Hati Nidya tiba-tiba bergerimis merasakan sakit di dadanya, ia mencoba mengingat-ingat apakah dirinya membuat kesalahan hingga membuat Bagas marah. Seperti pagi ini pun Bagas masih bersikap dingin padanya, tidak ada godaan, pujian, atau kecupan ia dapat padahal sejak mereka menikah Bagas tidak akan pernah lupa ritualnya tersebut sebelum berangkat bekerja. Yang lebih menyakitkan lagi 2 malam ini Bagas tidur dengan memunggunginya. Nidya patut dirinya di depan cermin dengan seksama, ia akui semenjak memutuskan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


