Rachel membuka kedua matanya lebar-lebar. Berharap dia tidak ada lagi di dunia ini dan saat terbangun, alam lain sudah menunggunya. Namun saat yang dilihatnya adalah atap ruang rawat rumah sakit, Rachel menghela napasnya. Dia mendudukkan dirinya dengan sekali sentakan. Tidak peduli dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya ataupun tangan kirinya yang terluka akibat percobaan bunuh dirinya. "Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" Rachel tidak menoleh ataupun menjawab pertanyaan yang datang dari Alva. Pria itu berdiri di ujung ruangan, bersandar di tembok. Dan Rachel merasakan tatapan mata Alva yang terus menusuk ke arahnya. "Apa menurutmu, bunuh diri bisa membuat saudarimu hidup kembali?" Rachel tidak menjawab. Dia menatap ke arah jendela, menahan diri untuk kembali menangis. "Apa menuru

