000. Meet The Cast
1. Isabella Gianna Adami (28) – Race Engineer, Scuderia Ferrati
Lahir di Modena, Italia — kota yang napasnya aja bau bensin dan sejarah otomotif. Isabella udah lima tahun kerja di Scuderia Ferrati dan dikenal sebagai salah satu race engineer paling cerdas sekaligus paling keras kepala di paddock. Suara lembut tapi penuh tekanan di radio, dia bisa bikin pembalapnya ngerem dua detik lebih cepat cuma karena intonasinya berubah. Pernah deket sama Rafael Bellini, lima kali juara dunia dan dulu pembalap andalan Ferrati — tapi hubungan itu berakhir sebelum sempat benar-benar dimulai. Sekarang, meski Bellini masih sesekali berusaha “nyentuh masa lalu,” Bella lebih fokus ke rookie barunya: Khai Alexander Chalain. Kata orang, dia terlalu perfeksionis. Tapi buat Isabella, perfeksi adalah satu-satunya cara bertahan di tim sekeras Ferrati.
2. Khai Alexander Chalain (22) – Driver #89, Scuderia Ferrati
Darah muda dari Indonesia–Prancis, pembalap dengan senyum jahil tapi mental baja. Lulusan program akademi Ferrati, Khai akhirnya naik ke kursi utama musim ini — menggantikan kursi yang dulu diisi Rafael Bellini, sang legenda hidup tim merah. Energinya besar, kadang terlalu besar. Mulutnya juga cepat — apalagi waktu ngomong ke media. Di balik percaya dirinya, masih ada bayangan tekanan besar: ekspektasi publik, bayang-bayang Bellini, dan suara Isabella di radio yang entah kenapa bisa bikin jantungnya campur aduk antara fokus dan gugup. Dia tipe pembalap yang lebih suka membuktikan lewat tikungan ketimbang bicara di konferensi. Tapi… ya, kadang bicara dulu baru mikir.
3. Rafael Bellini
Tiga kali juara dunia, kelahiran Milan. Nama yang bikin setiap paddock otomatis menoleh. Musim 2025, Bellini pindah dari Scuderia Ferrati ke Blue Bull Racing — keputusan yang bikin seluruh paddock heboh.
Bagi Ferrati, dia pengkhianat.
Bagi Blue Bull, dia senjata pamungkas.
Rafael tenang, tapi punya sisi manipulatif yang cuma terlihat oleh orang yang pernah deket — seperti Isabella. Walau sudah di tim baru, matanya masih sesekali mencari sosok familiar di paddock merah itu. Entah karena rindu… atau karena belum bisa menerima ada rookie baru yang duduk di kursi yang dulu jadi miliknya.
4. Serena Visconti-Mondfort
Pretty face, perfect posture, cold smile.
Model internasional dengan nama besar — ayahnya mantan pembalap F1, ibunya sosialita Paris.
Dia hidup di dunia glamor yang semua orang mau, tapi jarang ada yang sadar betapa kesepiannya hidup yang penuh kamera. Serena dijodohkan dengan Khai demi alasan yang terlalu politis untuk disebut cinta. Dia tahu Khai punya hati untuk orang lain, dan mungkin dia juga sadar siapa orang itu. Tapi Serena tetap di sana, berdiri di sampingnya — karena di dunia mereka, kadang yang bertahan bukan yang paling cinta, tapi yang paling kuat pura-pura nggak peduli.