67

1020 Words

Mobil itu ia pacu dengan cepat, pedal gas ia pijak tanpa ragu. Napas memburu, perasaan gelisah juga rasa bersalah bersarang dalam benaknya. Terasa bergejolak dengan dirinya sendiri yang terus memaki. Menyalahkan diri sendiri karena tidak menyadarinya sejak dini. Tidak butuh waktu lama bagi Wisnu untuk tiba di rumah. Tanpa basa-basi ia membuka pintu, berjalan cepat ke arah lantai dua, berharap wanita yang ia cari ada di sana. Nihil. Ia tidak menemukan Diandra dimanapun, bahkan setelah dirinya mengelilingi seisi rumah. "Kamu dimana, Di?" batinnya panik. Teringat, Wisnu baru saja ingat jika sebelum ia berangkat ke perusahaan pagi tadi, Diandra sempat berkata akan mengadakan piknik bersama sang Ibu dan Aruna. Tapi sial sekali lagi, Wisnu tidak tahu kemana tiga wanita itu mengadakan pikn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD