Berkendara ketika memasuki jam pulang kantor menjadi sebuah perjalanan yang panjang untuk menembus kemacetan di jalan utama. Ditambah traffic light dimana mana juga jalan yang ditutup karena perjalanan kereta semakin menambah panjang perjalanan sore ini. "kamu kenapa senyum senyum sendiri Mas?" tanyaku heran kepada Mas Tama yang berada dibalik kursi kemudi. Jika diperhatikan sejak keluar dari basement kantor ia lebih banyak tersenyum sendiri hingga membuatku heran. "kamu gak lihat mukanya Rendi saat lihat aku di basement tadi?" Bukannya menjawab kali ini Mas Tama berbalik memberikan pertanyaan kepadaku. "iya kenapa?" Tanyaku penasaran. "clues banget mukanya. Padahal tadinya aku udah siap siap kalau dia ngajak berantem, taunya malah speachless" jelasnya senang. "mana berani dia ngaj

