Hari Minggu, Tanggal 30 September 2029, musim gugur sudah berlangsung selama sebulan lamanya. Sebulan waktu tersebut harus didedikasikan untuk melindungi diri dan mempersiapkan diri untuk kabur dari perang ataupun berperang.
Di perdesaan yang cukup dekat dengan kota. Aktivitas perdesaan itu tidak cukup jauh dengan aktivitas kota. Hanya saja, mereka perlu akses untuk masuk ke kota.
Tentara Reshan sudah mulai berperang melawan Pasukan Liberial dan Euro Timur. Pembatasan itu ditujukan agar musuh tidak bisa menggunakan taktik menyamar menjadi rakyat sipil.
Ini sudah menjadi strategi yang digunakan musuh untuk mendapatkan informasi yang penting. Jadi, mereka bisa menyelesaikan misi tanpa membantai lawan.
Setelah Perang Dunia Kedua, tentara dari belahan dunia tidak boleh membunuh rakyat sipil selama perang berlangsung. Pemimpin dari Swastika dijatuhi hukuman kejahatan perang.
Tapi, ini sudah tidak berlaku bagi sekarang. Bisa jadi, mereka akan membunuh rakyat sipil dengan nuklir atau enjata mereka. Ini akan memperparah seperti kejadian di wilayah Priyat.
Soal makanan akan disiapkan pada piahk pemerintah Reshan, tidak untuk diri mereka sendiri. Tidak ada yang boleh korupsi selama perang berlangsung. Ini akan merugikan mereka sendiri dan lain sebagainya.
Kondisi perang yang sedang dimulai sejak 25 hari yang lalu mengubah segalanya. Pasalnya, mereka tidak bisa mendapatkan uang setelah itu. Jadi, mereka harus mencari cara untuk bertahan hidup tanpa uang sama sekali.
Keuangan mereka semakin menipis. Membayar makanan saja tidak bisa, apalagi bayar kebutuhan yang lain seperti listrik dan kebutuhan sekunder.
Sekarang, mereka hanya bisa bersiap untuk bertahan karena tidak ada yang mereka lakukan.
[*^*]
Jam 13:00 siang, seorang gadis yang berniat pulang setelah mendapatkan makanan yang cukup banyak. Makanan yang cukup banyak itu disimpan di dalam tas yang cukup besar.
Gadis dewasa yang bertubuh kecil, langkah kaki yang dibebani. Rambut yang ditutupi beani untuk menghindari udara dingin yang menyerang. Mata yang sayu, namun masih semangat untuk bertahan.
Gadis itu masih bisa bertahan. Udara yang sejuk belum tentu menghancurkan semangatnya. Tidak mau jatuh dan istirahat setelah pekerjaan yang diemban telah selesai.
Tidak ada seorang pun yang melihat perjuangan gadis itu. Gadis itu sering berjalan kaki meskipun baik-baik saja. Jarang
Dia sudah menyelesaikan pelajaran SMA yang cukup menguras otak dan tenaga di negara Reshan. Namun, kondisi yang berubah, dia terpaksa hidup dengan ketidakpastian, di berbagai aspek.
Hasil jerih payah yang didapatkan gadis itu sangat nyata. Bahkan 20 hari setelah pengumuman perang, dia memutuskan untuk fokus bertahan hidup dengan kemampuannya.
Namun, tak lama kemudian, langkah gadis itu terhenti, dia berhenti berjalan dan wajahnya bergerak sedikit, tidak terlalu ingin melanjutkan perjalanan karena sudah dihipnotis oleh benda di depan matanya.
Tank yang sudah usang tapi masih dalam keadaan baik-baik saja. Hanya tidak terawat sama sekali. Tank yang tidak terlalu kuat ketika dilihat sekilas. Karena itu, banyak orang yang meninggalkan tank itu dsn membiarkannya membusuk.
Namun, itu tidak berlaku pada gadis itu. Gadis itu masih memiliki hati nurani. Bagaimana tidak, dia tidak mau membiarkan tank itu terbengkalai akibat tentara yang tidak bertanggung jawab. Mungkin ini adalah peninggalan yang mendalam.
Gadis itu kembali berjalan pelan, menghampiri tank itu dan memandangnya sesaat, memikirkan sesuatu di dalam potensi yang terdapat pada tank itu. Sebelum itu, Liana harus membersihkannya tank itu sebelum memasuki ke dalam.
"Apa ini? Kalau begitu, aku bersihkan dulu tank ini."
Gadis itu, Liana Kerensky, meninggalkan makanan yang di dalam dan mulai memindahkan tumbuhan dan lumut yang menempel pada tank itu. Tank itu masih tegak, tidak ada manfaat bagi orang lain.
Gadis itu tidak kenal lelah, masih menguatkan tekad dan menyelesaikan semuanya degan baik. Dia dianggap sebagai dokter pada kondisi yang kritis. Perlahan, tank itu sudah bagus untuk dipandang.
Tidak hanya bagian luar, bagian dalam dia bereskan juga. Debu yang menempel di dalam tank itu diusir dengan tangan lembut gadis pendek itu. Tombol tank yang cukup memusingkan, namun masih bisa dimengerti oleh sebagian besar tentara Reshan.
Moncong dalam tank itu masih terlihat lebih baik. Nama tank itu, Rapista S-20, adalah tank keluaran Reshan. Karena sebab tertentu, tank ini dilarang dioperasikan dan dibiarkan terbengkalai selama 100 tahun lamanya,.sama seperti wilayah Priyat.
Setelah membersihkan Tank selama beberapa jam, Liana menghela nafas, mengibaskan pakaiannya dan merasakan lega yang tidak tertandingi. Keringatnya cukup membanjiri tubuhnya namun masih mengenakan mantel yang menutupi pakaiannya.
Dia masih berada di luar karena ingin memandang tank setelah dibersihkan. Cukup senang meskipun banyak tenaga yang dikuras secara percuma.
"Selesai. Sekarang, mari kita coba tank ini! Apakah bagus atau tidak?" Liana langsung membawa tasnya lalu masuk ke dalam.
Liana memanjat tank itu lalu memutarkan roda untuk bisa masuk ke dalam. Setelah masuk, ruangan tank itu menerangkan pemandangan Liana. Mata yang berbinar bisa membuktikan balas budi tank itu kepada Liana.
Sekarang, Liana duduk di ruang kendali tank itu dan mencoba memainkan tombol yang ada di depan matanya. Reaksi yang diberikan berbeda-beda. Moncong tank yang bergerak sampai membunyikan klakson tank.
Sungguh tidak bisa dipercaya! Liana malah membuat tank itu seperti taman bermain. Meskipun tidak pernah pergi ke taman bermain, Liana sudah puas dengan tank yang menemaninya.
Tapi, secara tidak sengaja Liana memasukkan sidik jari ke sebuah lapisan kaca. Tidak cukup lama, sidik jari itu terbaca dan langsung memberikan respon yang diterima sama seperti anggota tentara sebelumnya.
[Sidik jari diterima! Waktunya diberikan perintah!]
"Eh? Apa ini?" Liana semakin penasaran, perintah suara tersebut menggoda Liana untuk mencoba tank yang baru dibersihkan.
Liana semakin tidak percaya. Sihir yang terkutuk bisa jadi sebuah keajaiban. Ia memberanikan diri untuk memberikan perintah untuk tank itu. Kedengarannya luar biasa. Siapa tahu.
"Tank yang manis. Coba nyalakan mesinnya!"
[Perintah diterima! Terima kasih atas pujiannya!] Tank itu senang dipuji, langsung memberikan performa terbaik bagi Liana.
Tank itu langsung dinyalakan, membuat Liana terkejut dengan mesin tank yang menyala. Ini cukup berisik bagi orang yang sibuk. Itu sudah cukup bagi Liana sebagai teman sejati.
"Tank! Coba berjalan. Saya ingin melihat tank ini berjalan. Oh iya. Jangan lupa teleskopnya!"
[Baiklah!] Tank itu menerima perintah Liana sekali lagi, langsung menggunakan program untuk berjalan.
[Tapi, Anda tidak perlu menggunakan teropong. Kita punya televisi layar lebar untuk melihat keadaan dari luar.] Tank itu menjelaskan kembali, menawarkan beberapa fitur pada Liana.
Layar televisi langsung ditunjukkan pada Liana. Wajah unyu Liana berada di 40 cm di depan layar itu. Layar dinyalakan dan memunculkan kondisi tank seperti pada video game.
Tank itu kembali berjalan, seperti pada umumnya. Namun, itu lebih berbeda dengan penglihatan orang lain. Kendali dan manuver tank itu sangat sempurna.
Liana sangat terkesima karena gerakan tank yang tidak hanya pada layar itu, namun nyata. Duduk tenang dan memberikan komando pada tank itu.
"Wah! Keren! Ini sama seperti video game." Liana memuji, tidak percaya dengan
"Tank. Waktunya berputar ke belakang lalu maju!"
[Perintah diterima!]
Benar saja, tank itu langsung berputar ke belakang, roda tank yang berputar pelan lalu berbelok seperti pengemudi profesional. Tidak hanya itu, muncul tank itu ikut berputar.
Setelah itu, tank itu melaju ke depan, gerakan tank yang cukup cepat, sekitar 60 km per jam. Meskipum berat, namun tidak mempengaruhi kecepatan, sama seperti mobil pada umumnya.
Liana mempelajari, memberikan perintah dan fitur yang berbeda dari sebelumnya. Mulai dari menyetir, menembak target, dan mengerem. Sistem ini sama seperti video game. Tapi, ini sungguh nyata. Liana harus hati-hati agar tidak berbuat kerusakan pada kota.
Liana sudah menghafal semua, mulai melancarkan aksinya sebagai pengemudi tank yang berbakat. Bergerak sana ke sini dan mengelilingi kota.
Sudah puas. Liana sudah cukup bermain dengan tank. Saatnya, bekerja kembali, pulang ke rumah lalu menyampaikan sesuatu pada bibinya di rumah. Ini rasanya menyenangkan untuk diceritakan.
"Tank. Kita pulang yuk!" Liana mengajak tank untuk pulang ke rumah.
[Tunjukkan lokasi yang kau tuju!] Tank itu memberikan peta di sekitar kota, sehingga Liana bisa memilih lokasi yang dituju.
Liana tertegun, setelah itu menunjuk lokasi yang sesuai dengan pikirannya. Tebakan AI dan Liana selaras, tersambung dengan baik. GPS langsung terpasang otomatis dan langsung bergerak cepat.
[Berpeganglah! Kami akan pergi ke tempat yang kau tuju.]
Tank itu langsung melaju, bergerak sesuai dengan arah GPS. Liana tidak sabar jika mendapatkan pengalaman yang terbaik.
Gerakan tank itu mampu memukau bagi Liana, pemilik tank itu. Lincah di atas aspal dan tegas di atas tanah. Roda tank yang berputar menghantam rintangan dan batu.
Orang yang melihat tank itu tidak terlalu memperhatikan tank yang bergerak. Itu sudah biasa karena tank berkendara seperti mobil. Bahkan, ada pasangan yang menaiki tank di hari pernikahan mereka.
Sekarang, lokasi rumah Liana sudah berdekatan dengan tank. Sejauh 100 meter, Liana langsung keluar dari tank itu dan membawa tas yang berisi makanan.
Liana berjalan biasa dan bergegas kembali ke rumah dengan ekspresi bahagia. Berniat menunjukkan kepada bibinya yang cukup sibuk dalam mengurusi rumah.
Satu menit kemudian, Liana sampai di rumah yang sederhana untuk ditinggali, langsung berlari ke teras rumah untuk mencari bibinya.
Semakin sore, bibinya mencemaskan ya karena Liana dirampok dan kehilangan berbagai makanan. Uang bisa menjadi alat pembayaran. Namun, tidak bisa bertahan lama.
Liana berniat memeluk bibinya, merentangkan tangan dan berlari meninggalkan tas yang berisi makanan. Bisa diurus oleh Bibi Svenya, bibi yang mengurus Liana.
"Liana. Kenapa kamu lama sekali?" Bibi Liana, bukannya memeluk, bertanya sambil menginterogasi.
Liana terkekeh, agak tidak bersalah karena Liana sudah tumbuh menjadi gadis dewasa namun bertubuh anak kecil, sama seperti seorang lolita.
"Maaf, Bi. Aku tadi menemukan tank yang terbengkalai. Jadi, aku membersihkannya lalu bermain dengannya."
"Jadi, kamu bermain yah?"
"Iya. Tapi, …."
"Sudah cukup! Kita masuk ke dalam. Kita akan bercerita saat makan malam nanti."
Liana kecewa, membiarkan bibinya tidak mendengar ceritanya. Bibi itu langsung bergerak dan memeriksa makanan yang didapatkan oleh Liana.
Setelah itu, Bibi Svenya masuk ke dalam rumah dan mengatur makanan.
Liana masuk ke rumah, cukup diabaikan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Berusaha semampu mungkin agar bisa hidup lebih lama lagi.