Bab 35. Manusia Paling Bodoh

1306 Words

Ruang tengah pagi itu lebih dingin dari biasanya—bukan karena cuaca, tapi karena udara yang dipenuhi tekanan tak kasat mata. Tak ada suara, hanya detik jam dinding yang terdengar terlalu nyaring. Jo berdiri tegak, matanya tajam menatap Damian. Damian duduk di sisi sofa, satu tangan mengepal di lutut, sementara Rose berdiri mematung di dekat dinding, lengan terlipat di d**a, wajahnya tanpa ekspresi, tapi matanya menyimpan badai. Meysa berdiri di tengah, seolah-olah menjadi titik panas dalam lingkaran ketegangan itu. Tubuhnya gemetar kecil. Ia menatap Rose yang belum juga bicara, lalu menatap Damian dan Jo yang masing-masing menyimpan sesuatu dalam diam mereka. Detik itu terasa terlalu panjang. Sampai akhirnya, Meysa membuka suara—pelan, tapi cukup jelas untuk terdengar oleh semua orang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD