bc

The King Of Witch

book_age16+
5.4K
FOLLOW
30.2K
READ
possessive
HE
mate
arrogant
CEO
witch/wizard
king
mythology
witchcraft
spiritual
like
intro-logo
Blurb

Hati-hati dengan cerita ini!!

Gadis berusia 19 tahun dengan tubuh mungil nan cantik, keyra gadis ceria yang selalu menikmati kejamnya dunia pada dirinya, gadis yang selalu ramah kepada semua orang.

Namun, semua berubah saat Renald Wilsen mengganggu kehidupanya. Kejadian di luar logika merubah kehidupan keyra....

Ini adalah kisah mereka, sepasang mate berbeda dunia. Keyra walker&Renald Willsen. Renald Arrogan, dingin, manik sebiru laut dengan tatapan mengintimidasi, seorang Raja di atas segala raja. Memiliki sahabat merambat menjadi seorang panglima Castle yang bernama John. Bertolak belakang dengan sifat Renald, John lebih memiliki sifat humoris dan humble. Bukan hanya perjalanan Renald untuk mendapatkan hati Queen nya. Cerita ini juga menyajikan kisah cinta panglima john dengan mate nya yang memiliki sifat galak dan cuek.

Bagaimana hari-hari keyra karena terus di incar oleh makhluk-makhluk mitos itu?.....

Gelapnya malam, dinginnya hutan...itulah kamu. Sang penguasa kegelapan!!

chap-preview
Free preview
Part 1. Awalan

     Mata indah itu terbuka karena pancaran sang surya yang mengusik tidurnya, badanya menggeliat di atas ranjang untuk meregangkan otot-otot yang terasa kaku, matanya mengerjap beberapa saat menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam indra pengelihatan. 

     Bangun dari tidur dan menuju kamar mandi untuk melakukan ritualnya setiap hari, setelah setengah jam, keyra sudah siap dengan tas di bahu untuk berangkat ke salah satu perusahaan yang menjadi tempatnya bekerja beberapa bulan belakangan ini. perusahaan yang sudah memiliki cabang hampir di seluruh dunia, ia sangat beruntung bisa di terima di perusahaan itu meskipun harus melewati banyak saingan yang lebih berpengalaman dari pada dirinya.

     Keyra walker, gadis berusia 19 tahun dengan senyum manis, rambut ikal, kulit putih, tubuh yang ramping membuat kaum laki-laki terpesona dan banyak kaum wanita yang iri akan kecantikan keyra. Ia tinggal seorang diri di salah satu Apartement sederhana, di London.

     Semenjak kejadian beberapa tahun lalu yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal, keyra harus bekerja di usianya yang terbilang masih muda untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Namun, keyra adalah gadis yang ceria dan akan melawan kejamnya dunia pada dirinya.

     Keyra melirik ke arah arloji yang bertengger manis di tanganya. "Sepertinya aku harus segera berangkat" keyra melangkah keluar dari apartement menuju taxi yang sudah di pesan, sesekali keyra menyapa orang yang di kenalnya.

     Keyra memasuki taxi dengan bersenandung ria, sambil membalas pesan yang dikirimkan oleh teman kantornya dan juga Anne.

     Setelah membayar taxi, keyra melangkahkan kaki menuju ruangan, tapi sepertinya hari ini para karyawan sangat bersemangat dan rapih? Bukan, ini rapih dalam kata lain, sangat amat rapih, tidak seperti biasanya, bahkan teman-teman keyra sedang sibuk berdandan dan bergosip?, aneh sekali.

     "Hey, keyra!" merasa di panggil seseorang keyra membalikan tubuh dan menatap orang yang memanggilnya.

     "Ah, haii Ann..., ada apa?" tanya keyra.

     "Kau datang terlambat hari ini" ucap Anne terenyum-senyum.

Mengapa hari ini semua orang sangat aneh "batin keyra.

     "Ada apa dengan mu?, sekarang bahkan baru jam 06.30 Am" jawab keyra bingung.

     "Isshh... kau bukan telat masuk kantor key, tetapi kau telat mendengarkan informasi yang di sampaikan oleh Mr.calton sebelum kau datang" desis Anne. Keyra hanya ber oh ria mendengar penjelasan Anne. Tak tertarik sama sekali.

     "Cckk, apa kau tidak mau bertanya pada ku apa informasi yang di sampaikan Mr.calton?" decak Anne kesal.

     Kalau bukan teman dekat keyra di kantor, sudah bisa di pastikan keyra akan menyumpal mulut Anne dengan tasnya ini!."Ya,ya,ya cepat katakan pekerjaan ku sudah sangat menumpuk." gerutu keyra memutar bola matanya malas.

     "Dengar ya, ini lebih penting dari pada berkas-berkasmu itu, dan jangan memotong ucapanku!" peringat Anne serius.

     "Ya,ya cepat katakan".

     "Beberapa jam yang lalu Mr.calton mengatakan kepada kita semua untuk bersiap-siap, karena tidak lama lagi  putra dari pemilik perusahaan ini akan berkunjung!!" Pekik Anne antusias.

     "Ya terus apa masalahnya yang kau anggap penting?"

     "Issh.... jangan memotong ucapanku!, dan aku dengar jika dia memiliki paras yang sangat tampan, oh aku tidak sabar menemuinya, siapa tau dia tertarik padaku" jelas Anne panjang lebar. Mengibaskan rambut panjangnya.

     Keyra memutar bola mata nya malas, temannya ini memang tidak tau malu untuk mengakui ketampanan seseorang dengan cara berlebihan.

     "Terserah kau saja lah, aku tidak peduli. Yang aku inginkan hanyalah tetap bekerja di sini dan tidak mendapatkan masalah, itu sudah cukup bagi ku".

     Anne berdecak, mendengar penuturan keyra. Memang Anne baru beberapa bulan ini mengenal keyra, namun Anne tau betul bahwa temanya ini mempunyai kehidupan yang sulit, dan cenderung menghindari masalah dari pada membuat sesuatu yang membuatnya terkena masalah, sebenarnya Anne sangat iri dengan ketegaran keyra yang mau bekerja keras demi mencukupi kehidupanya dan selalu ceria bahkan sangat jarang sekali keyra mengeluh kepada orang lain.

     "Yasudah aku ingin ke ruanganku, jika ada sesuatu yang penting telfon saja" Anne hanya menggangguk dan menatap kepergian keyra.

     Jam sudah menunjukan pukul 10.00 Am, para karyawan sudah berbaris rapi menunggu kedatangan calon boss baru mereka, begitupun juga dengan keyra yang berdiri di barisan paling depan dengan beberapa temanya untuk mengalungkan bunga sebagai ucapan selamat datang kepada orang yang akan menjadi pemimpin baru mereka. Entah apa yang di pikirkan oleh teman-temanya memilih dirinya untuk mengalungkan bunga ke boss baru mereka.


Aduh, mengapa perasaan ku menjadi gelisah? batin keyra menggigit bibir bawahnya.

     Keyra sudah banyak mendengar gosip dari teman-temanya bahwa memang boss barunya tampan, tapi yang membuat dirinya sedikit takut adalah katanya bos barunya terkenal sangat tegas dan kejam? Hmm kita lihat saja nanti.

     Dua mobil hitam dan satu mobil merah berhenti di depan pintu, keyra menundukan kepalanya tidak berani menatap orang-orang yang baru saja datang dan kemungkinan berjalan ke arahnya, terdengar pekikan tertahan dari teman-temanya, bahkan sekarang keyra dapat merasakan seseorang menatapnya tajam.

Keyra merasakan ada yang menyenggol tanganya.

     "Ssttsssttt key, bunganya" bisik temanya. Astaga bahkan keyra melupakan bunganya yang sedari tadi dia pengang, keyra mendongakan wajanya dan langsung bertubrukan dengan manik biru laut yang menangkan namun tersirat kekejaman di dalamnya. Entah mengapa mata tajam itu seperti mengulitinya secara perlahan.

     "Selamat datang Mr.Wilsen, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik untuk kemajuan perusahaan ini" sapa keyra dengan senyuman dan mengalungkan bunga ke bos barunya tersebut, bahkan keyra harus berjinjit untuk dapat mengalungkan bunga itu, huh bayangkan tingginya hanya sebatas pundak pria di depanya ini.

     Setelah sambutan, para karyawan kembali ke meja masing-masing untuk mulai bekerja kembali. Keyra menghembuskan nafasnya lega, setelah meregangkan ototnya untuk mengurangi rasa gugupnya tadi.

     "oh, betapa tampanya Mr.Wilsen key, sisakan aku satu yang seperti itu tuhan" ucap Anne berbinar-binar.

     "Isshh kau terlalu berlebihan Ann, sepertinya banyak laki-laki seperti dirinya"

     "Tapi aku merasakan aura yang sangat dingin ketika Mr.Wilsen datang, apa kau merasakanya juga?" tanya Anne bingung.

Iya juga, tapi ini dinginya sangat berbeda, ah mungkin hanya perasaan ku saja batin keyra.

     Keyra hanya mengendikan bahunya merespon ucapan Anne, "sudahlah jangan banyak bicara, cepat selesaikan pekerjaan mu supaya kita bisa cepat pulang" ucap keyra.

     Keyra dan Anne segera menyelesaikan pekerjaan mereka supaya mereka tidak lembur.

  *******


     Jam sudah menunjukan pukul 10.00 PM, keyra berjalan menuju persimpangan jalan untuk mencari taxi, pekerjaan yang menumpuk membuatnya harus rela lembur dan mencari taxi sendirian di jalan yang terbilang cukup sepi, bahkan sedari tadi keyra merasakan seperti ada orang yang mengikutinya,

"Astaga, mengapa taxi nya sangat lama?!"gerutu keyra, mulai gelisah.

     Tak lama kemudian sebuah taxi yang ditunggu keyra akhirnya datang, keyra menghembuskan nafasnya lega, "hufftt.. untung saja taxinya datang tepat waktu, aku tidak nyaman di tempat itu, seperti ada seseorang yang mengawasi ku" gumam keyra menyandarkan punggungnya.

Setelah hampir lima belas menit, akhirnya keyra sampai di Apartementnya.

     Ia melangkahkan kaki menuju kamar. membuka pintu kamarnya yang bisa di bilang minimalis namun terkesan rapi dan nyaman, keyra menjatuhkan dirinya di atas ranjang, hari ini membuatnya sangat lelah, belum lagi keyra masih teringat pada sosok pria yang bisa di bilang bos barunya, putra dari sang pemilik perusahaan. Entah mengapa keyra merasa aneh saat berdekatan dengan pria itu.

     Keyra membuka high heelsnya, ia meringis pelan melihat kakinya yang bengkak akibat terlalu lama memakai high heels, memang setiap karyawati di wajibkan memakai high heels supaya terkesan rapi.

     Namun, keyra tidak biasa memakai sepatu seperti ini dan menyebabkan kakinya membengkak, menghela nafas, keyra mematikan lampu dan tidur memeluk guling yang menemaninya setiap malam.

     Seseorang di tengah gelapnya malam berdiri dengan senyum tipis di wajahnya, rambutnya tertiup angin malam, pepohonan seolah tunduk padanya, sinar rembulan menerangi jalanya, melangkah dengan hati-hati memasuki kamar seorang gadis dengan pandangan tajam, manik biru itu seakan tak mau lepas memandang gadis cantik yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.

     "Uuegghh" keyra merasakan ranjangnya bergerak seperti ada seseorang yang berbaring.


     Kening keyra mengerut gusar saat sebuah tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya, membawa keyra ke dekapan hangat seseorang. "ssttt tidurlah sayang" layaknya lagu pengantar tidur, keyra tidak bisa menahan kantuk dan kembali terlelap di dekapan seseorang itu. Keyra merasa malam ini tidur nya sangat nyenyak.

     Renald memandang gadis kecilnya dengan tatapan sulit diartikan, pertama Renald menginjakan kaki di salah satu kantornya?, mata nya hanya terpusat oleh seorang gadis yang memegang bunga dan memberikan sebagai sebuah sambutan.

Manik coklat meneduhkan membuat hatinya terasa tentram dan nyaman, gadis yang mampu membangunkan sisi lain dalam diri nya.

     Gadis mungil itu masih bergelut manja dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Pancaran cahaya memasuki pengelihatan. Keyra menggeliat merasakan panas menerpa wajah dengan tangan yang meraih ponsel di atas nakas.

     Seketika ia terbelalak kaget, waktu sudah menunjukan pukul 07.00 Am, dengan wajah panik keyra langsung meloncat dari ranjang untuk ke kamar mandi hanya sekedar cuci muka dan gosok gigi. Dengan tergesa-gesa keyra melangkahkan kakinya menuju taxi yang sudah di pesan lima menit yang lalu, "sir tolong cepat sedikit " ucap keyra pada supir taxi sambil mengucapkan alamatnya bekerja, dengan gusar keyra melirik arloji yang berada di tanganya.

     "Mengapa jam terus berputar!!" gerutu keyra. Jika seperti ini ia akan sangat telat nanti, jangan sampai bos barunya mengetahui jika ia sangat telat hari ini.

     Dalam hati keyra tersenyum miris, mana mungkin bosnya menyadari kalau ia telat? sedangkan karyawan yang bekerja di sana bahkan sampai ribuan orang, jadi tidak mungkin bukan bos tampanya itu akan mengecek satu satu para pekerjanya?.

     Kini keyra sudah berada di salah satu lobby kantor, ia langsung melangkah menuju ruanganya, Anne sudah menelfon lebih dari sepuluh kali, membuat keyra semakin khawatir ini akan menjadi hari yang buruk.

     Baru saja keyra menjatuhkan bokongnya di kursi, suara ketukan pintu membuatnya menegang. "Ya masuk.." ucap keyra mempersilahkan, ia memang mempunyai ruangan di kantor ini sendiri karena kepiawaianya dalam membuat desain. Keyra di angkat sebagai kepala desain di perusahaan ini.

     "Maaf Miss. Walker, anda di panggil untuk menghadap CEO segera" ucap salah satu sttaf dengan menundukan kepala. Oh...Tubuhnya sangat lemas sekarang, ternyata gosip kemarin yang beredar bahwa bosnya terkenal disiplin dan tegas benar adanya. Tapi bagaimana mungkin dia mengetahuinya?, padahal sttaf di sini lebih dari seribu orang?.

     "Baik, nanti saya akan kesana. Emm dan tolong jangan tundukan wajahmu ketika berbicara padaku!" Peringat keyra sedikit kesal, hufft.... keyra sangat tidak suka dari perusahaan ini adalah setiap orang yang menpunyai jabatan lebih tinggi akan sangat di hormati, bahkan sttaf tadi lebih tua darinya, keyra sangat tidak suka jika orang yang lebih tua darinya malah menghormatinya seperti itu.

     Setelah mendengar penuturan keyra sttaf tersebut mengangguk lalu pamit untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.


     Keyra berjalan menaiki lift, tanggannya memencet tombol yang akan langsung mengantarkannya ke ruang CEO.


Ting!


     "Ya tuhan apakah aku akan di pecat" gumam keyra mengetuk pintu besar nan mewah di hadapan nya. Terdengar suara dingin nan tajam dari ruangan CEO untuk mempersilahkan keyra masuk, ia membuka pintu dengan hati hati, keringatnya sudah bercucuran. Keyra membungkuk hormat kala melihat pria tampan di depan nya yang tengah duduk tenang di kursi kebesaran CEO itu.

     Hei! Mengapa di sini terasa panas?!", batin keyra menggerutu.

     Pria dengan wajah datar memandangi sebuah berkas yang berada di tanganya, menghiraukan seorang yang berdiri dengan tubuh bergetar, menahan takut mungkin?.

     Bibir ranum itu terbuka hendak mengatakan sesuatu, "maaf sir, ada apa memanggil saya?" tanya keyra menundukan kepala sesekali memainkan jarinya. Ia sangat takut dengan aura intimidasi di ruang ini.

     Renald memandang gadis di depanya dengan datar " saya membayar kamu bukan untuk bermalas-malasan Miss. Walker!!" ucap Renald penuh penekanan. Keyra berjengkit kaget, pasalnya suara itu seperti sambaran guntur di pagi hari!.


     "Maaf sir" cicit keyra, tubuhnya bergetar menahan takut, kalau ini akan menjadi akhir dari karirnya keyra siap menanggung kenyataan pait itu.

     "Duduk!" perintah Renald, ia hanya menurut dan duduk di salah satu sofa yang berada di ruangan itu. Renald berjalan dengan membawa kotak di tangan, pandanganya lurus tak terbaca.  Lalu berjongkok di hadapan keyra yang mengernyitkan dahi bingung "ehh sir kau sedang apa..?" tanya keyra, pasalnya high heels nya di lempar begitu saja setelah di lepaskan dari kakinya,


     "jangan pakai benda itu, bodoh!!" desis Renald sambil berkutat dengan kaki keyra, mengobati kaki keyra yang membengkak akibat memakai high heels.

     "Ssttt...." Sebuah ringisan pelan meluncur begitu saja dari bibir Keyra. Ia mendengus kesal.

     Heii, apa dia tidak punya otak! Aku hanya mematuhi tata tertib kantor ini" Batin keyra kesal.

     Ia meringis saat Renald seperti sengaja menekan memarnya.

     Saat keyra memasuki ruanganya, Renald sempat melihat keyra sedikit terpincang dan hal itu membuat amarahnya melonjak, jika manusia yang melakukan sudah pasti akan ia musnahkan menjadi debu!. Tidak ada seorangpun yang akan hilang dari cengkraman nya. Camkan itu!

     "Tidak apa sir, nanti akan saya obati di rumah" ucap keyra sambil menarik kakinya yang sedang berada di tangan renald.

     "Diam!!" Desisan tajam Renald berhasil membuat keyra membungkam mulut rapat-rapat. Ia tak habis fikir dengan sifat boss baru nya ini.

     Tapi mengapa bosnya terlihat sangat marah?bahkan urat-urat di lehernya tercetak jelas.

     Setelah kakinya di obati keyra segera mengucapkan terimakasih, ia pamit hendak keluar, berjongkok hendak mengambil high heels nya namun, suara bariton itu kembali menghentikannya "jangan kau sentuh benda bodoh itu sayang!!" geram Renald mengeraskan rahang melihat keyra hendak mengambil sepatunya lagi. Manusia macam apa yang menciptakan benda seperti itu.

     "Maaf..?" Apa ia tidak salah dengar?, barusan saja pria dingin itu memanggilnya sayang? Ah mungkin keyra memang salah dengar, karena tidak mungin pria es ini memanggilnya sayang.


     Keyra terpaksa keluar dari ruangan CEO karena mendapatkan tatapan tajam dari pemiliknya.

     "key, ada apa denganmu?, mengapa kau memakai sandal di kantor?" Tanya Anne menahan tawanya. Memang sebelum keluar dari ruangan Renald, keyra di berikan sepasang sandal untuk menjadi alas kaki nya.


     Keyra mendengus sebal, "tertawalah Ann" cebiknya. Ia sangat mengetahui wajah Anne yang memerah karena menahan tawa.

     "HAHAHAHA.....kau sangat pendek jika seperti itu" ledek Anne memegang perut nya yang terasa sakit akibat terlalu keras tertawa.

     keyra memutar bola matanya malas. "Terserah lah aku ingin pulang!" Rajuknya, melangkahkan kaki hendak pulang ke Apartemen. hari ini keyra memutuskan pulang terlebih dahulu dan mengerjakan pekerjaanya di rumah. Persetan dengan izin, ia tidak peduli.

     Karena tidak mungkin bukan ia bekerja dengan sandal ini?, bisa di bully satu kantor jika ia berpenampilan seperti ini dan membuat moodnya memburuk!.



     Dengan menghentak-hentakan kaki nya, Keyra langsung menyambar tas juga ponsel di ruang pribadi nya itu. Ia langsung berkutat dengan ponsel untuk memesan sebuah taxi. Tatapan-tatapan mencemooh dari beberapa orang Keyra hiraukan, Tidak penting!


editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

OBSESSED

read
80.4K
bc

Never In My Wildest Dreams [bahasa Indonesia]

read
1.6M
bc

BRAVE HEART (Indonesia)

read
87.1K
bc

My Unique Wife

read
219.7K
bc

The Alpha's Mate 21+

read
134.2K
bc

HOT PAPA NEXT DOOR

read
550.6K
bc

Elle 21+

read
112.8K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play