BAB 20

1011 Words

“Pergilah, kumohon. Andrew.” napas Elena tercekat. Mencari sisa-sisa oksigen di sekitarnya. Napas Andrew terasa seperti api di tengah musim dingin, membakar seluruh keraguan yang coba Elena bangun selama dua tahun ini. Kata-katanya menggantung di udara, mengguncang seluruh fondasi dunia Elena dan memberikan harapan sekaligus ketakutan yang luar biasa. Andrew terkekeh pelan di tempatnya berdiri. “Bahkan, kau tidak rela saat aku berada di posisi yang menurutmu berbahaya, El.” "Aku tidak akan pergi lagi," bisik Andrew pelan, namun nadanya tegas namun sulit diartikan Elena. Elena terpaku di kursinya, napasnya memburu saat melihat Andrew menghilang di balik pintu dapur tepat saat para pengawal Dante menerobos masuk ke dalam kafe. Ia mencengkeram cangkir kopinya yang dingin, menyadari ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD