Hazig dan Nayyara sudah sampai di butik milik Tania. Ya, milik ibunda Hazig. Nayyara sempat tercengang begitu mengetahui kenyataan itu, tetapi Hazig malah terkekeh geli lalu menjelaskan secara detil kegiatan ibunya sehari-hari. Baiklah, keluarga Hazig sudah seperti keluarga jet set, sedangkan Nayyara adalah rakyat jelata. Wanita itu tak pernah meminta apa pun pada orang tuanya sampai saat ini. Meskipun seringkali sang ayah menambahkan saldo rekeningnya, ia tetap tidak pernah menggunakannya. Setiap kali ia menolak, Denis akan merajuk padanya dan merasa tak dianggap sebagai seorang ayah. Seringkali Nayyara merenung, apakah dirinya pantas untuk Hazig atau tidak. Ia merasa insecure karena Hazig terlihat begitu 'tinggi' daripada dirinya bahkan tanpa embel-embel nama besar Adnan Maqil. "Nay,

