London
Di rumah Bayu,
Masih di depan rumah Bayu..
"Eh iya lupa", kata Titah.
"Em tetah..", sambung Angga.
"Iya ngga, kenapa ?", tanya Titah.
"Tetah yang nyetir mobilnya ya, please", jawab Angga.
"Okay it's not a problem, let's go to the market", kata Titah.
"Come on auntie", sorak Angga dan Rafi.
Di ruang tamu..
"Assalamu'alaikum, mas Bayu..", Afgan memberikan salam pada Bayu.
Di ruang tengah..
"Wa'alaikumussalam", Bayu menjawab salam dari Afgan.
"Masuk saja Afgan, langsung ke ruang tengah ya", kata Bayu.
Di ruang tamu lagi..
"Oh oke..", seru Afgan.
Di ruang tengah lagi..
"Assalamu'alaikum", Afgan memberikan salam pada Bayu dan opa Jarwo.
"Wa'alaikumussalam", Bayu dan opa Jarwo menjawab salam dari Afgan.
"Siapa Bayu ?", tanya opa Jarwo.
"Afgan, opa, dia guru lesnya anak-anak, mahasiswa juga sama seperti Titah", jawab Bayu.
"Ya sudah suruh masuk dong", kata opa Jarwo.
"Iya opa, sudah kok", sambung Bayu.
**
Afgan yang datang ke rumah Bayu dan juga bertemu dengan opa Jarwo. Opa Jarwo yang merasa cocok pada Afgan mempunyai niat untuk menjodohkan Titah dan Afgan.
Bayu pun mulai membicarakan perihal kampus Titah pada Afgan, lalu opa Jarwo meminta Titah satu kampus dengan Afgan.
**
Masih di ruang tengah..
"Assalamu'alaikum", Afgan memberikan salam pada opa Jarwo dan Bayu.
"Wa'alaikumussalam", opa Jarwo dan Bayu menjawab salam dari Afgan.
"Duduk sini Afgan, oh iya ini opa Jarwo, kakeknya mas Bayu, baru sampai dan dia dari Indonesia, opa Jarwo ini Afgan guru lesnya anak-anak dan dia juga dari Indonesia, Afgan tinggal di London bersama dengan orang tuanya, selain Afgan guru lesnya anak-anak, Afgan ini juga mahasiswa loh opa..", kata Bayu yang memperkenalkan opa Jarwo pada Afgan dan sebaliknya Bayu memperkenalkan Afgan pada opa Jarwo.
"Oh iya Bayu..", sambung opa Jarwo.
"Opa Jarwo..", kata Afgan yang mencium tangan opa Jarwo.
"Iya, em sopan sekali anak ini, kayanya cocok deh sama Titah, apa lebih baik saya jodohkan saja ya Titah dan Afgan", kata opa Jarwo di dalam hati.
Di dapur..
"Sudah siap, tinggal di hidangkan ke ruang tengah deh", kata Fira yang baru saja selesai menggoreng lumpia semarang dan juga membuatkan minuman untuk opa Jarwo, Afgan, Bayu.
Di ruang tengah lagi..
"Ada apa mas Bayu meminta Afgan ke rumah ?", tanya Afgan.
"Mas Bayu minta kamu datang ke rumah untuk membicarakan perihal kampus kamu buka pendaftaran mahasiswa baru tidak ya Afgan ?", tanya Bayu juga.
"Masih mas Bayu, untuk siapa memangnya, Rafi dan Angga kan masih SMP dan juga SMA ?", tanya Afgan lagi.
"Untuk cucu saya, adik sepupunya Bayu, cantik loh, hehe", jawab opa Jarwo.
"Oh begitu, begini saja deh mas Bayu bagaimana besok Afgan bawakan brosurnya untuk sepupunya mas Bayu dan juga cucunya opa", kata Afgan.
"Boleh tuh Afgan, besok kamu datang saja langsung ke rumah, kira-kira kamu bisanya kapan datang ke rumah saya besok ?", tanya Bayu lagi.
"InsyaAllah setelah saya pulang kuliah dan sekalian saya mengajar anak-anak mas Bayu, Rafi dan Angga", jawab Afgan.
"Oh boleh itu, kamu pulang kuliah sore dan mengajar di rumah kakak itu malam kan, sekalian saja ajak ibu dan ayah kamu ya Afgan untuk makan malam di rumah mas Bayu", kata Bayu.
"Siap, siap mas, siap delapan enam, hehe..", sambung Afgan.
"Ya sudah ini diminum dan dimakan dulu", kata Fira.
"Oh ya mbak Fira jangan repot-repot", sambung Afgan lagi.
"Tidak merepotkan kok Afgan, ini opa Jarwo, kopi hitam dengan manis yang sedang untuk opa Jarwo", kata Fira yang memberikan kopi pada opa Jarwo.
"Dicicipi ya, ini cucu saya loh yang membuatnya sendiri", kata opa Jarwo.
"Iya opa", sambung Afgan lagi.
Di pasar..
"Nah tetah bisanya disini bunda beli bahan untuk memasak makanan kesukaan aku dan Rafi", kata Angga.
"Lengkap tetah, hehe", sambung Rafi.
"Okay if so immediately we start looking for the ingredients", kata Titah.
"Come on aunt..", sorak Rafi dan Angga.
Di rumah Bayu,
Masih di ruang Bayu..
"Oh ya anak-anak kalian dan juga Titah mana, kok tidak turun-turun ya", kata opa Jarwo.
"Mungkin masih ngobrol dengan Titah di kamar Rafi atau Angga, opa Jarwo", sambung Fira.
"Fira sekarang kamu panggil Titah dan anak-anakmu di atas gih", kata opa Jarwo.
"Iya opa", sambung Fira lagi.
"Mbak Fira tidak perlu ke kamar anak-anak", kata Afgan.
"Loh kenapa Afgan ?", tanya Fira.
"Tadi Afgan bertemu dengan anak-anak di depan rumah, sepertinya mereka ingin pergi deh sama perempuan cantik, Afgan tidak tau itu siapa", jawab Afgan.
"Oh itu adik sepupu saya, Afgan namanya Titah, eh tunggu tadi kamu bilang ketemu mereka di depan rumah, naik mobil atau naik motor ?", tanya Bayu.
"Tadi sih Afgan lihatnya naik mobil mas Bayu", jawab Afgan lagi.
"Oh begitu, yank coba kamu w******p anak-anak atau w******p Titah deh", kata Bayu.
"Tanya juga mau kemana dan jangan lama-lama", sambung opa Jarwo.
"Oke..", kata Fira.
**
Sementara itu di Indonesia bu Dewi sangat gelisah menunggu kabar dari Titah atau opa Jarwo, kemudian pak Krisna menghubungi Bayu untuk menanyakan keadaan Titah dan opa Jarwo.
**
Indonesia
Di rumah pak Krisna,
Di ruang TV..
"Dul, dul, Abdul Latif", pak Krisna memanggil Abdul Latif.
"Inggih pak Krisna, enten menapa ?", tanya Abdul Latif.
"Bojo kula punapa ta ?", tanya pak Krisna juga.
"Kula mboten mangertos pak Krisna", jawab Abdul Latif.
"Oh nggih sampun ngrika, maturnuwun nggih dul", kata pak Krisna.
"Inggih sami-sami pak Krisna", sambung Abdul Latif.
"Nggih dul", kata pak Krisna lagi.
"Titah uga romo punapa dereng menghubungi kula ngantos sakmenika", kata bu Dewi dengan gelisah.
"Pasti menunggu telepon dari Titah atau bapak, saya telepon Bayu saja deh", kata pak Krisna yang melihat bu Dewi gelisah menunggu kabar dari Titah dan opa Jarwo.
London
Di rumah Bayu,
Masih di ruang tengah..
"Ayah, kenapa ya ayah telepon ?", tanya Bayu di dalam hati ketika melihat hpnya berbunyi.
"Kenapa mas Bayu kok sungkem ?", tanya Fira.
"Ayah telepon sayang", jawab Bayu.
"Oh..", seru Fira.
"Ya diangkat dong Bayu telepon dari ayahmu, siapa tau saja penting", kata opa Jarwo.
"Inggih opa Jarwo, ini baru mau diangkat", sambung Bayu.
**
Percakapan opa Jarwo dan Bayu lewat telepon.
"Assalamu'alaikum yah", Bayu memberikan salam pada pak Krisna.
"Wa'alaikumussalam yu", pak Krisna menjawab salam dari Bayu.
"Kenapa yah ?", tanya Bayu.
"Mamamu yu, mamamu", jawab pak Krisna.
"Mama kenapa yah ?", tanya Bayu lagi.
"Mamamu gelisah yu", jawab pak Krisna lagi.
"Loh kok bisa yah, kenapa ?", tanya Bayu lagi.
"Mamamu menunggu kabar dari opa Jarwo dan Titah, yu, kira-kira Titah dan opa Jarwo sudah sampai di rumahmu atau belum yu ?", tanya pak Krisna juga.
"Sudah yah, mungkin opa Jarwo dan Titah lupa memberikan kabar pada mama", jawab Bayu.
"Oh begitu, ya sudah nanti kamu sampaikan pada Titah atau opa Jarwo untuk segera menghubungi mama ya", kata pak Krisna.
"Oke..", seru Bayu.
"Ya sudah begitu saja ya Bayu", kata pak Krisna lagi.
"Iya ayah", sambung Bayu.
"Assalamu'alaikum", pak Krisna memberikan salam pada Bayu.
"Wa'alaikumussalam yah", Bayu menjawab salam dari pak Krisna.