Perpisahan yang Terpaksa di Los Angeles

1301 Words

********************* Pagi itu, cahaya mentari menyusup malu-malu, menciptakan garis-garis emas tipis di lantai marmer kamar tidur utama yang mewah. Ruangan didominasi warna gelap yang elegan, namun kehangatan malam masih terasa memeluk. Nick, bocah berumur empat tahun dengan rambut cokelat acak-acakan, terbangun sendiri di ranjangnya. Ia mengusap matanya perlahan, mencoba mengumpulkan kesadaran yang masih mengambang. Setelah sesaat memandangi langit-langit, Nick beranjak, tubuh mungilnya melangkah pelan menuju kamar Samuel, daddynya. Pintu didorongnya perlahan. Aroma mint dari diffuser dan samar-samar parfum maskulin menyambutnya, bercampur dengan kehangatan sisa tidur. Nick menghampiri ranjang besar itu. Ia meraba-raba pinggiran, lalu berusaha memanjat. Begitu berhasil, tangannya mul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD