Chapter 11. Suara Hati Selina 5

1420 Words

POV SELINA “Meimei, bangun!” Seseorang menepuk-nepuk pipiku pelan, tapi cukup untuk membuat mataku berkedip samar. Suaranya lembut, tapi entah kenapa terasa seperti dentuman keras di kepala. “Hem ....” aku menggeliat pelan, menarik selimut sampai ke dagu. Tapi Ko Lucien nggak menyerah, dia menepuk pipiku lagi, dan kali ini lebih keras. “Bangun, Mei! Udah hampir siang loh ini!” Aku refleks membuka mata lebar. “Udah hampir siang?” seruku lirih, suaraku parau. Tubuhku terasa berat, kepala agak pening, dan anehnya jantungku berdetak cepat, seolah aku baru mimpi dikejar sesuatu. Ko Lucien terkekeh melihat ekspresiku yang bingung. “Kamu tuh tidur kayak batu! Aku tadi udah ketok-ketok pintu kamar ini berulang-ulang tapi kamu nggak bangun. Makanya aku masuk aja dan bangunin kamu langsung.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD