kurayakan

912 Words

Seolah mendapat durian runtuh, aku begitu gembira dan merasa memenangkan jackpot besar. Dari gestur wajah ibu dia nampak kecewa sekaligus malu padaku, sedang Mas Haris terlihat tidak enak begitu pun Adelia yang nampak tak kalah malu. "Wah, Ibu, Menantu kesayangan Ibu sudah membohongi ibu, aku ucapkan selamat," ujarku sambil tertawa. "Aku tidak menipu ibu, aku juga tidak tahu bahwa ini akan terjadi." "Jangan berbohong Adelia orang yang keguguran tidak akan segar bugar sepertimu melainkan merasa kesakitan dan lemas, juga pendarahan," balasku. "Ini hanya flek biasa Mbak bisa jadi aku belum merasakan sakitnya," sanggahnya. "Baiklah terserah kamu saja aku tidak akan memaksakan dirimu untuk mengaku. Hal yang sebenarnya juga akan terungkap," jawabku santai. "Tolong hentikan ucapanmu Laila,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD