Aku Mencintaimu, Qenna

1433 Words

Dalam sorotan mata saling bersilang pandang, dahi Qenna berkerut penuh."Ada yang ingin di katakan? Apa?" Armand terdiam sejenak. Ia berusaha mengatur napas yang mulai mendebarkan dadanya. Detak jantung di dalam sana membuat dia kesulitan untuk mengungkapkan perasaan yang siap untuk di sampaikan. Tidak ingin gelagapan, pria itu menarik napas dalam-dalam kemudian ia kembali menoleh pada Qenna. "Kalau boleh aku jujur ... Aku mencintai kamu, Qenna. Maukah kamu menjadi teman hidupku?" Armand tidak ingin berlama-lama menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Umurnya bukan remaja belasan tahun. Di usianya saat ini, yang di butuhkan adalah pasangan hidup berumah tangga, hubungan yang serius. Kelopak mata Qenna mengerjap pelan. Darahnya berdesir hebat, mendengar pengakuan pria yang di hadapann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD