Episode 26

1279 Words
Serly pov Dengan mata masih tertutup , tangan terikat, serly di seret oleh seorang pria, masuk ke dalam sebuah ruangan. Serly ingin teriak, tapi usaha itu hanya sia-sia, suaranya sudah habis karena semenjak dia di culik, teriakan nya minta tolong tetap dia keluarkan, namun sayang semua sia-sia, dirinya sudah hampir Lelah dan berputus asa. Namun keyakinannya bahwa Tuhan akan menolong dirinya. Serly percaya  seseorang akan datang membantunya keluar dari sekapan orang-orang yang tidak di kenalnya ini. Tiba-tiba serly mendengar suara seorang wanita. Suara itu seperti tidak asing di telinganya. Wanita itu berbicara kepada orang yang telah menculik dirinya. “semua beres?” tanya wanita itu “beres bos” “oke, bereskan mereka juga” ucap wanita itu lagi Wanita itu memerintahkan beberapa orang yang menculik serly untuk keluar dan meninggalkan dirinya Bersama serly. Betapa terkejutnya serly saat wanita itu membuka penutup wajah serly. “ha,…. Di,….diandra” ucap serly kaget “ia, ini aku, kaget ?” tanya diandra sambil menyengarai “kenapa kamu melakukan semua ini diandra, kamu sudah gila…?” serly mencoba teriak “ tolong,tolong” “teriak aja , sampai kamu kehabisan tenaga, tidak ada yang bisa mendengar kamu di sini” diandra tertawa lepas. Dirinya merasa puas dan menang bisa menyekap serly seperti ini. “lepaskan aku diandra, apa yang kamu mau, lepaskan” serly kembali berteriak “hahahhahahhaa,… tidak semudah itu serly sayang” diandra mencekam rahang serly dan membuangnya secara kasar. “dasar wanita gila, lepaskan aku” “sabar sayang, ini baru permulaan, kamu akan menyaksikan adegan-adegan yang lebih dari ini” diandra menyingarai Tiba-tiba suara langkah kaki seseorang datang menuju serly dan juga diandra. Betapa terkejutnya serly, ketika yang datang itu ternyata adalah Brams mantan suami dari tante sandra “om brams,….” Mata serly terbelalak, dia sangat terkejut “kenapa, kaget ?” tanya diandra, mereka tertawa Bersama “serly, apa kabar?” tanya brams menyengarai “sudah lama ya kita tidak berjumpa” “ada apa sebenarnya ini om, kenapa om dan diandra menculik aku” tanya serly penasaran “serly, om sayang banget sama kamu, kamu ingat gak dulu saat mama dan papa mu kalau lagi pergi ke luar kota, kamu sering nginap di rumah om dan tante mu, ingat gak?” brams mencoba mengingatkan masa-masa lalunya dulu waktu masih Bersama sandra “tapi kasih sayang om pada kamu gak pernah mama dan papa kamu ingat, mereka malah ikut menyuruh om dan tante untuk bercerai, mereka sangat kejam, mereka tidak memikirkan perasaan om serly, om hancur, saat tantemu meminta cerai pada om, sakit serly, sakit. Harus mendekam di penjara dan ditinggalkan oleh orang yang kita cintai” brams marah hebat, dia memukul meja yang ada di dekat serly, sehingga serly, sangat kaget luar biasa. Serly tidak menyangka Brams begitu sakit hati pada sandra dan juga dirinya. “om, itu bukan salah orangtuaku, itu kesalahan om sendiri” serly mencoba menjelaskan, namun brams tidak terima, dia marah dan menampar serly “diandra tolong jelaskan, beritahu dia kenapa kita melakukan ini padanya” perintah brams pada diandra, lalu pergi meninggalkan diandra dan serly . “lepaskan diandra, lepaskan aku” serly mencoba berontak , namun diandra mencekram rahangnya “diam, dengar baik-baik, kamu tahu aku ini adalah keponakan nya om brams” jelas diandra. Serly kaget bukan kepalang, “kamu tahu ser, aku sangat benci sama kamu, kamu dan tantemu akan aku hancurkan, seperti aku menghancurkan mama dan papamu” jelas diandra sambil menyengarai “maksud kamu apa di” tanya serly penasaran “apa maksud kamu menghancurkan mama papaku “ tanya serly sambil teriak “hahaaaahahahaaa,…..kamu lupa dengan aku serly, lupa, coba ingat kembali serly, masa’ kamu lupa?” tanya diandra sambil tertawa Serly terdiam, seolah dia memutar ingatan nya ke beberapa tahun lalu, seketika serly tersentak teringat akan sesuatu “kamu, kamu adalah gadis yang yang hampir di tabrak orangtuaku, ia sekarang aku ingat, gara-gara menghindari kamu orangtuaku harus mengalami kecelakaan itu, apa maksud kamu diandra” serly teriak, dia menangis histeris saat teringat kejadian beberapa tahun lalu yang mengakibatkan orangtuanya menabrak sebuah truk, itu karena harus menghindari seorang gadis yang tiba-tiba menyebrang secara mendadak. “hahahaha, sekarang kamu ingat aku kan, “ diandra tertawa “apa kamu sengaja di, melakukan itu” serly menangis “ia,… aku memang sengaja, awalnya aku ingin mama papa mu menabrak diriku, agar mama dan papamu masuk kedalam penjara, karena telah melakukan penabrakan, sama seperti apa yang telah om ku rasakan mendekam di penjara, tapi sayang, keberuntungan berada di pihakku, orangtuamu, malah menghindariku dan menabrakkan mobil mereka ke sebuah truk, hahaaaahaaa, dan akhirnya mereka bukan ke penjara, tapi malah ke akhirat , hahaahaha” diandra tertawa, dirinya merasa puas, bangga dan menang melawan keluarga serly “kamu gila diandra, kamu tega” serly menangis sejadi-jadinya. Awalnya dia merasa kecelakaan orangtuanya, hanya sebatas kecelakaan sewajarnya, namun setelah mendengar cerita dari diandra , dirinya seakan mengingat pristiwa itu, dan sekarang sadar bahwa kecelakaan itu memang di sengaja. “jangan menangis serly sayang, kamu tahu, setelah apa yang sudah kalian lakukan pada om brams, membuat aku bersumpah pada diriku sendiri, akan menghancurkan kalian semua, orangtuamu, kamu dan juga tantemu itu. Tapi sayang om brams melarang aku menyakiti tante sandra, karena dia sangat mencintai nya. Jadi aku memutuskan untuk menyakiti nya melalui dirimu, setelah kematian orangtuamu” diandra tertawa puas, dia menyengarai kearah serly “kamu psikopat” teriak serly “diam, aku benci sekali padamu serly, dan bertambah benci saat kamu menikah dengan reyhan. laki-laki yang sangat aku cintai” pernyataan diandra membuat serly tambah shock “kamu sudah menghianati dia , bukankah kamu mencintai alex” ucap serly sambil menangis “asal kamu tahu, aku sangat mencintai reyhan, aku terpaksa meninggalkannya karena aku ingin membuat hubungan mu dan alex hancur, demi membalaskan dendamku pada kalian, aku harus rela melepaskan reyhan dan menikah dengan alex” jelasnya lagi “  kamu gila diandra, “ teriaknya “ia, aku gila, gila karena aku tidak berhasil menghancurkan mu , dan malah menikah dengan reyhan, laki-laki yang aku cintai” diandra sangat marah dia mengambil sebuah pisau, dan menusukkan pisau itu ke  meja yang ada di dekat serly, serly sangat ketakutan, dia tidak menyangka kalau diandra benar-benar sudah tidak terkendali. Diandra benar-benar seorang psikopat sama seperti brams. “demi membuat kau menderita aku rela melakukan apa saja, termasuk memalsukan tes DNA cici anak alex” tambahnya diandra “kamu keterlaluan diandra” serly menangis ketakutan “aku sangat suka lihat kamu menderita serly, hahahaha, sangat suka, aku bahagia sekali, kamu  tahu walaupun aku Bersama alex, hatiku tetap Bersama reyhan. makanya saat reyhan mencoba memasukkan alex ke dalam penjara atas tuduhan malpraktik aku tidak perduli sama sekali, aku malah bahagia, bisa lepas darinya, hahahahaa , kamu tahu malpraktik, menjual anaknya, itu semua ide ku, sejak awal aku ingin berpisah dari nya, tapi sayang usahaku belum berhasil, dan reyhan datang menyelamatkan aku , dia berhasil membuat aku berpisah dengan si alex b******k itu” diandra tertawa bahagia “kamu benar -benar jahat diandra, lepas kan aku” serly teriak, dan berusaha melepaskan ikatan tangannya, namun semua sia -sia. Diandra yang melihat hal itu langsung tertawa sinis “serly, serly percuma kamu teriak tidak akan ada yang mendengar, aku dan om brams, akan segera membunuhmu, dan akan membuang mayat mu ke sungai, atau kami kubur di sini “ diandra tertawa, jiwa psikopatnya seakan mengendalikan semua gerakan dan amarahnya. Serly tidak menyangka tertanya diandra dan om brams adalah orang yang sama-sama mengalami gangguan kejiwaan. Mereka akan rela melakukan apa saja apabila orang yang mereka sayangi dan cintai di sakiti, atau meninggalkan mereka. Mereka akan melakukan semuanya, termasuk membunuh. ************* 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD